Apr 122018
 

INDONESIA DIUNDANG IKUT PEKAN RAYA DAKAR

 

 

Dakar, Media Indonesia

Indonesia diundang untuk ikut berpartisipasi pada Pekan Raya Dakar yang berlangsung akhir 1992. Dubes RI untuk Senegal Pratjojo Sabtu mengungkapkan di Dakar, undangan tersebut disampaikan Presiden Senegal Abdou Diouf kepada Presiden Soeharto melalui surat.

Menurut Pratjojo, undangan itu perlu ditanggapi secara positif mengingat pertukaran delegasi perdagangan dan partisipasi dalam berbagai pameran dagang kedua negara diharapkan dapat meningkatkan pengamalan potensi masing-masing.

Dalam pertemuan Presiden Soeharto ke Republik (negara bagian) Zanzibar dengan Presiden Dr. Salmin Amour (yang sekaligus menjabat wakiI Presiden II Republik Persatuan Tanzania) bertempat Wisma Negara Zanzibar,Presiden Soeharto menawarkan pula kerjasama bantuan teknik kepada republik ini yang berfusi dalam R.P.T. itu, antara lain dalam pengembangan produksi beras (yang hingga kini belurn swasembada) dan bidang pertanian; bidang industriaI pengolahan cengkeh menjadi minyak atsiri (yang menumpuk stoknya di Zanzibar karena sulit pemasarannya setelah Indonesia menghentikan impornya sehubungan sudah swasembada cengkeh), program KB dan kependudukan (pertumbuhan penduduk pulau2 kecil Zanzibar itu relatif tinggi, sekitar 4% per tahun).

Dalam melaksanakan kerjasama bidang pertanian ini segera Zanzibar mengirimkan para petaninya untuk belajar bertani di Indonesia.

 

Tata Ekonomis/Umum Tanzania

Republik Persatuan Tanzania (United Republic of Tanzania), yang merupakan gabungan dari Republik Tanganyika dan Republik Tanzania yang berfusi tanggal 26 April 1964, telah mempunyai hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Republik Indonesia. Tanganyika, yang tahun 1865 menjadi jajahan/protektorat Jerman dan kemudian sejak 1946 berada di bawah penguasaan  mandat Inggeris dan PBB, mencapai kemerdekaannya di tahun 1961. Sedangkan kepulauan Zanzibar dan Pemba, yang sejak 1890 merupakan protektorat Inggeris, baru mencapai kemerdekaannya di tahun 1963.

Kedua republik merdeka tersebut seperti dikatakan diatas mengadakan fusi dan bergabung membentuk republik persatuan dengan nama resminya United State Republic of Tanzania (akronim dari kata2 Tanganyika dan Zanzibar), letak geografisnya di pantai timur benua Afrika di sebelah selatan berbatasan dengan negara2 Mozambik, Malawi dan Zambia, di sebelah barat dengan Zaire, Burundi dan Rwanda serta di sebelah utara dengan Uganda dan Kenya di sebelah timur langsung berpantai pada Samudera Hindia.

Republik Persatuan Tanzania (Tanganyika+ pulau2 Zanzibar emba) mempunyai luas areal sekitar 945.000 km2. Jumlah penduduknya tipis, sekitar 17,5 juta jiwa atau hanya (teks terpotong) jiwa per km2. Tapi tingkat pertumbuhannya relatif tinggi, sekitar 3,5% per tahun. Bahasa nasionalnya adalah bahasa Swahili, namun sebagai bahasa dagang digunakan bahasa lnggeris.

Mata uangnya dinamakan “Tanzania Shilling”, dengan nilai Sekitar Rp 70 pershilling- Produk Bruto Nasional (GNP) Tanzania sekitar US$ 300.00 per kapita per tahun (Indonesia sekitar USS 450.00 – 500.00/kapita/tahun). Andil sektor perekonomian nasionalnya terutama didominasi oleh pertanian (50% dengan budidaya tanaman utama : sisal, kapas, kopi, teh, tembakau dan cengkeh.

Sektor industri mencakup 10% dari produk domestik brutonya terdiri dari industri pengolahan pangan (food processing), tekstil dan pakaian-jadi serta minyak cengkeh (Zanzibar pemasok terbesar dari minyak cengkeh dunia). Disamping sektor perdagangan (10%), juga menonjol sektor perhubungan dalam PDB-nya (8%). Terutama karena pelabuhan2 lautnya menjadi pintu gerbang masuk keluar barang impor-ekspor ke negara2 tak berpantai laut (landlock countries) seperti Malawi, Mozambik, Zaire, Burundi, Rwanda dan Uganda.

Sektor pertambangan mencakup 3% PDB-nya menghasilkan diamond, emas, garam, timah dan gas bumi (yang tersebut belakangan umumnya masih dalam taraf eksplorasi).

Sektor petemakan dan perikanan (2%) menghasilkan daging Sapi 130.000 ton per tahun, daging kambing 2.000 ton, ikan 250.000 ton dan juga kulit hewan. Perdagangan/impor Tanzania bernilai sekitar US$ 1,2 milyar setahun, dengan mitra dagangan utamanya adalah Inggeris, Kenya, Iran, Jerman (Barat). Sedangkan volume ekspornya bernilai sekitar US$ 500 juta, dengan mitra dagang utamanya Jerman, Inggeris, Amerika Serikat, Singapura.

Volume Dagang Dengan RI Merosot Karena Swasembada Cengkeh Di tahun2 menjelang Indonesia menjadi swasembada dalam percengkehan (untuk kebutuhan industri unit Indonesia, rokok kretek) nilai perdagangan Indonesia Tanzania mencapai puncaknya sekitar US$ 60-70 juta per tahun diawal2 tahun 1980-an. Namun setelah Indonesia swasembada cengkeh sejak tahun 1982/1983, maka impor Indonesia dari Tanzania (Zanzibar) menciut hingga nihil.

Demikian pula sebagai dampaknya volume 6 nilai perdagangan antar kedua negara merosot dengan tajam hingga sekarang, yang di tahun2 akhir hanya bernilai tak lebih US$ 5.0-10,0 juta saja per tahun. Kendati impor dari Tanzania menciut sangat, dengan tak diikut sertakan lagi komoditas cengkeh Zanzibar terkenal dan disukai industri kretek Indonesia itu dalam paket impor, namun nilai ekspor Indonesia ke negara itu masih tetap tak berimbang. Dengan demikian neracanya senantiasa tercatat negatif (defisit) bagi Indonesia, seperti dapat dikaji dari data2 Biro Pusat Statistik lima ahun terakhir ini.

Indonesia mengekspor hingga sekarang sekitar 40 jenis komoditas dan produk2 konsumsi kebutuhan Tanzania dalam volume dan nilai yang masih relatif kecil. diantaranya yang terpenting adalah : tekstil dari bahan-bahan sintetik, benang2 nilon berkaret,pakaian jadi temtama busana wanita, macam2 je nis sepatu lak:i-kaki , gelas minum dari kaca dan keramik, mangkok/cawan untuk minum teh/kopi,barang2 pecah belah lain hanya , mesin huller padi, pe1bagai bahan2 k:imia,j am beker/alarm.

Sedang impor Indon esia dari Tan zania terdiri dari sekitar hanya 15 jeni s komoditas dan produk2 j adi j ika sebelum tahun 1983 an volume irnpor Indonesia terdiri sebagian besar dari komoditas rempah cengkeh ex Zanzibar yang paling disukai industri rokok kretek di Jawa, maka di tahun2 terakhir yang terpenting adalah: kapas dan tembakau l embaran . Bahan 2  dan pr oduk2 yan g diek spor Tanzania ke Indonesia lainnya adalah : garam, metalik, bahan polirner ethylene, pipa, Cube dan macam2 profil dari bahan besi dan baj a, pakulsekmplbaut & mur dan sejenis dari besi, baja, tembaga, dll mesin tekstil dan pengolahan kulit pomp a2 untuk cairan pakaian jadi ,jaket, dll. untuk pria.

 

Peraturan Impor & Dokumen2 Niaganya

Perdagangan irnpor Tanzania tidak bebas dengan rezirn pengawasan devisa maka sernua transaksi irnpor hams didukung oleh Surat Izin Impor Khusus, S.I.I. inidirninta oleh irnportir Tanzania pada Kernenterian Perdagangannya, di Dar essalarn. Barang2

irnpor yang boleh dimasukkan ke Tanzania dibagi dalam tiga kategori : Barang2 yang digolongkan masuk Open General Licence, yang dibagi lagi dalam tiga macam daftar barang2 menurut tingkat urgensinya.

Barang2 monopoli (importir) BUMN/perusahaan negara, terdiri dari 16 daftar barang esensial, antaranya :besi dan baja, bahan dan produk2 kayu, tekstil, alat2 pertanian dan industri, bahan2 bangunan, kendaraan bermotor dan sepeda, produk2 tambang, barang2 peringkat keraslhardware dan elektronika, farrnasi, bahan pangan pokok, film, perabot rumahtangga dan minyak bumi.

lmpor kebutuhan industri pengolahan dalam negeri; baik impor bahan2 mentah maupun peralatan dan mesin2nya dapat dilaksanakan sendiri oleh industri yang bersangkutan, tanpa melalui importir/BUMN. 4. lmpor terlarang, bagi barang2 dirinci di bawah ini; baik karena telah cukup diproduksi di dalam negeri maupun karena prinsip2 kebijakan yang ditetapkan negara, antaranya: tembakau/hasil tembakau, majalah2 mewah dan asusila, senjata dan amunisi dan barang2 yang berasal dnri Republik (rasial)Afrika Selatan.

Permohonan impor, untuk mendapat S.I.I. dari Kementerian Perdagangan Tanzania, harus disertai dengan Droforma faktur dari eksportir (Indonesia). Setelah semua persyaratan dipenuhi oleh importir,untuk pelaksa iaan transaksi impomya berdasarkan S.I.I. tsb. bank devisa dapat menyediakan valuta asing yang diperlukan.

Dokumen2 impor yang diperlukan importir (dari eksportir) untuk dapat menginklaring barang2 impor di Pelabuhan destinasinya adalah : Faktur Dagang (commercial invoice), dalam rangkap dua,diisi lengkap dengan menggunakan bahasa dagang Inggeris.

Konosemen (bill oflading), dalamjumlah dan cara pengisian sesuai dengan peraturan pelayaran niaga intemasional. Daftar barang2 yang dikirim dalam paket irnpor (packing 1ist). “Clean Report of Finding” dari surveyor (SGS). Sertifikat Kesehatan, khusus untuk turnbuhan2 dan binatang hidup. Barang Contoh, Kemas & Merek

Barang2 contoh yang bonafid, daftar harga2 barang dankatalogi dalam prinsipnya bebas dari bea masuk . Sedangkan barang2 contoh yang mempunyai nilai niaga dikenak:an uang tanggungan,yanq dapat dideklarasi kembali bila direekspor dari Tan­ zania. Tanzania telah menjadi anggota dari “Konvensi Intemasional untuk Penyederhanaan impor barang2 contoh niaga dan bahan2 reklame/promosi dagang”.

Dalam hal pemberian merek pada kemasan peti harus diperhatikan, bahwa pelabuhan Daressalam bukan hanya menampungbarang2 dengan destinasi Tanzania saja,tetapi juga bagi negara2 “landlock” di pedalaman Afrika, seperti dirinci di atas. Tiap2 koli barang yang dibongkar muat di pelabuhan Daressalam hams diberi merek berwama tertentu,yakni dengan tujuan akhir  Tanzania – merah, Zambia-hijau, Zaire – biru, Rwanda – kuning dan Burundi- hitam. (SA)

 

Sumber : BUSINESS NEWS (11/12/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 501-507.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: