INDONESIA DAN SINGAPURA AKAN TANDATANGANI KERJASAMA PARIWISATA

INDONESIA DAN SINGAPURA AKAN TANDATANGANI KERJASAMA PARIWISATA[1]

 

Jakarta, Antara

Indonesia dan Singapura dalam waktu dekat diharapkan dapat menandatangani kerjasama resmi di bidang pariwisata guna meningkatkan arus wisatawan luar negeri dari Singapura. Setelah mendampingi Menteri Komunikasi Singapura Mah Bow Tan menemui Presiden Soeharto di Bina Graha, Sabtu, Menteri Pariwisata dan Telekomunikasi Joop Ave mengatakan kepada pers, Indonesia ingin menarik lebih banyak wisatawan asing setelah mereka mengunjungi Singapura.

Joop mengatakan pada 1993 Singapura menerima enam juta wisatawan asing yang 20 persen di antaranya melanjutkan perjalanan ke Indonesia. Lama tinggal mereka di Singapura rata-rata 3,5 hari sedangkan di Indonesia 11 hari. Namun, meski mereka lebih lama tinggal di Indonesia, ternyata pengeluaran mereka jauh lebih besar di Singapura.

Dengan demikian pendapatan Singapura tetap lebih besar dibanding Indonesia. Karena itu Indonesia mengharapkan wisatawan itu lebih lama tinggal Indonesia dan dengan pengeluaran yang lebih besar pula. Sementara itu, Menteri Mah Bow Tan yang merupakan utusan khusus Perdana Menteri Goh Chok Tong mengatakan telah menyampaikan usul kerjasama kepada Presiden Soeharto yang mencakup promosi, perluasan penerbangan dan perbaikan bandara serta pembangunan hotel. Ia mengatakan usul ketjasama pariwisata ini merupakan tindak Ianjut pertemuan Presiden Soeharto dengan Menteri Luar Negeri Singapura S. Jayakumar di Bina Graha, Februari.

“Singapura percaya bahwa sebagai negara bertetangga terdapat peluang ketjasama di bidang pariwisata untuk kepentingan bersama,” kata Mah yang tiba di Jakarta, Jumat akan akan kembali ke negaranya, Sabtu ini.

Presiden yang menyambut baik gagasan ketjasama ini menginstruksikan Menko Indag dan Joop Ave untuk membahas lebih lanjut usul kerjasama tersebut. (T!EU02/11:50/LN09/RU1/12″26

Sumber: ANTARA (25/06/1994)

_______________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 285-285.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.