Agu 082017
 

INDONESIA BANGLADESH TANDA TANGANI NASKAH

 

 

Indonesia dan Bangladesh akan menandatangani naskah kerja sama (MOU) di bidang Pemuda dan Olahraga, yang menurut rencana akan dilakukan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga ke dua negara.

“Penanda tanganan akan dilakukan bertepatan dengan kunjungan Presiden Bangladesh Hussain Muhammad Ershad ke Indonesia 13-17 Januari 1987,” kata Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia Manzur Murshed dalam jumpa pers yang didampingi Diljen PPG Soekarno SH, di Jakarta, Jumat siang.

Ia mengemukakan, selain penandatanganan MOU bidang Pemuda dan Olahraga, tidak ada penandatanganan khusus antara kedua negara, kecuali tukar pikiran Presiden Soeharto dengan Presiden Ershad yang akan dipusatkan pada kerja sama perdagangan dan teknik antara Indonesia dan Bangladesh.

Menurut Dubes Manzur, kedua Kepala Negara juga akan membicarakan masalah-masalah internasional, seperti Kamboja, pendudukan Soviet di Afghanistan, serta masalah regional lainnya.

Khusus masalah Non-Blok, katanya, kepada Presiden Soeharto juga akan ditegaskan lagi mengenai dukungan Bangladesh terhadap Indonesia untuk memimpin gerakan Non-Blok pada periode mendatang.

Menurutnya, Indonesia dipilih menjadi negara pertama yang akan dikunjungi Kepala Negara Bangladesh, Ershad, setelah terpilih dalam Pemilu lalu, karena ke dua negara memiliki hubungan khusus yang sangat erat.

Kunjungan Presiden dan Ibu Tien Soeharto ke Bangladesh Nopember 1979, telah membuka lembaran sejarah baru hubungan ke dua bangsa.

Hubungan yang sudah erat itu, ditingkatkan lagi dengan kunjungan Panglima ABRI Jenderal L.B. Moerdani, Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Dr. Abdul Gafur ke Bangladesh baru-baru ini.

Minyak

Menurut Dubes Manzur, impor Bangladesh sebagian besar berupa minyak, batu bara, semen, pupuk, minyak kelapa, obat-obatan, bahan kimia, serta hasil produksi minyak lainnya.

Sedangkan Impor Indonesia, sebagian besar berupa jute serta hasil produksi jute lainnya. Nilai perdagangan antara ke dua negara sebesar 15 juta dolar AS, yang sebagian besar masih surplus untuk Indonesia.

Negara yang berpenduduk 101,7 juta jiwa dengan income per kapita sebanyak 140 dolar AS itu juga dikenal menghasilkan karpet, serta berbagai ragam hasil tekstil dan elektronika.

Selain akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Soeharto, Presiden dan Ny. Ershad juga akan mengadakan kunjungan kehormatan ke TMP Kalibata, mengunjungi IPTN Bandung, serta beberapa obyek wisata di Bali.

Sedangkan Ny. Ershad direncanakan akan mengunjungi Panti Asuhan Muhammadiyah Cijantung, Yayasan Penderita Cacad Kebayoran Baru, Panti Asuhan dan Jompo di Cibubur serta menghadiri Batik Show di Jakarta. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (09/01/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 8-9.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: