IBU TIEN MEMBACA SURAT AL-FATIHAH DOA ULANG TAHUN KE-71 PAK HARTO

IBU TIEN MEMBACA SURAT AL-FATIHAH DOA ULANTAHUN KE-71 PAK HARTO[1]

Jakarta, Angkatan Bersenjata

Hari ulang tahun Pak Harto yang ke-71, semalam diperingati secara sederhana di kediaman Jalan Cendana, Jakarta, Pak Harto, Ibu Tien, anak-anak dan cucu-cucu mengenakan pakaian yang sama coraknya ; batik hijau motif kembang-kembang lengan panjang untuk yang pria dan gaun yang sama motifnya untuk yang wanita.

Beberapa yang hadir tampak Bustanil Arifin, Sudradjad Djiwandono beserta istri masing-masing. Selain itu tampak pula Sumitro Djojohadikusumo, pengusaha Liem Sioe Liong, Prayogo Pangestu; Probosutedjo, Sudwikatmono, Wismoyo Arismunandar, dan Mayjen TNI K. Barseno. Acara sederhana yang berlangsung singkat ; hanya sekitar 15 menit, dipimpin oleh Ibu Tien Soeharto.

“Hari ulang tahun adalah hari yang sangat berbahagia, karena hari ini adalah hari ulang tahun suami,  ayah, eyang kami semua yang sangat kami cintai, piro? he…he…he…he,” kata Ibu Tien seolah lupa, yang disambut langsung oleh Pak Harto, “Tujuh puluh satu.”

“Ya yang ke-71, sweet seven-teen,” gurau Ibu Tien lagi yang disambut gelak tawa hadirin. “Kata orang, kelapa makin tua, makin banyak santannya he..he.. he… Saya kira bagi suami saya yang tercinta ini demikian adanya.”

“Perkawinan kami dapat berlangsung sampai hampir 45 tahun, karena kita masing-masing menjaga agar tetap banyak santannya,” sambung Ibu Tien lagi.

Dari perkawinannya itu, Pak Harto dan Ibu Tien dianugerahi enam orang putra dan putri. Lima orang di antaranya telah berkelurga dan memberikan sebelas orang cucu.

Katanya Iagi, dalam rangka ultah yang ke-71 ini, keluarga Pak Harto mohon doa restu dari pada yang hadir di sini.

“Agar suami saya diberi umur yang panjang, diberi kesehatan lahir dan batin dan dapat melaksanakan tugasnya untuk memimpin keluarga kami, untuk memimpin negara dan bangsa dan untuk menjalankan persahabatan antar bangsa-bangsa dengan selamat, dengan baik, dan sukses tak ada satu halangan apapun juga,” kata Ibu Tien menambahkan.

“Dan sekali lagi selamat berulang-tahun, ya pak, semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan perlindungan dan bimbingannya tegar semua cita-citanya dapat dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan dalam menjalankan tugas selalu diberi keselamatan, kebahagiaan, kesuksesan dan tak ada halangan. Kalau ada sedikit batuk­ batuk supaya mulai hari ini akan hilang batuknya.”

Saat memimpin acara yang sederhana itu, Ibu Tien mengharapkan pula agar keluarga Pak Harto diberi murah rejeki, dan memohon doa restu agar keluarga ini dapat menikmati hidup bersama dengan baik dan selamat tak ada halangan suatu apapun Juga.

Setelah itu Ibu Tien langsung memimpin doa, dan ia membaca suratAl Fatihah, diikuti oleh para hadirin. Kemudian mereka melantunkan lagu “Panjang Umur”, lalu pemotongan tumpeng yang diikuti dengan ciuman ucapan pemberian selamat dimulai oleh Ibu Tien Soeharto yang dilanjutkan dengan anak-cucu. Setelah itu Pak Harto dan Ibu Tien menerima ucapan selamat dari yang hadir.

Dalam kesempatan itu, juga Siti Hardijanti, Indra Rukmana, putri tertua dari pasangan Pak Harto dan Ibu Tien menyerahkan dua buah buku. Masing-masing Jejak Langkah Pak Harto tahun 1978-1983, dan Surat & Puisi Anak-anak kedua, yang semuanya diterbitkan oleh PT. Citra Lamtorogung Persada.

Menurut Mbak Tutut, demikian panggilan akrab putri tertua Pak Harto, bukit Surat & Puisi Anak-anak kedua itu, diterbitkan tanpa menunggu perintah sang bapak.

“Ini benar-benar kejutan untuk bapak, karena isinya sangat bagus,” katanya memberikan alasan, sedangkan Pak Harto yang mendengarkannya hanya tersenyurn simpul.

Setelah pemberian ucapan selamat, para hadirin diberi kesempatan untuk mencicipi makanan ala kadarnya, sembari dihibur oleh penyanyi antara lain Edi Silitonga.

“Bapak tidak mau acara pribadi seperti ulang tahun inimelibatkan orang lain. Dan minta hanya keluarga dan kerabat dekat saja yang hadir dalam peringatan ultah itu,” kata orang terdekat Pak Harto.

Untuk itulah maka pada saat peringatan ultah Pak Harto yang ke-71, bertempat di kediaman Jalan Cendana No. 8 Jakarta Pusat, tidak ada orang luar yang berada di tempat itu. Meskipun kartu ucapan selamat juga dikirim oleh para sahabat Pak Harto, di antaranya dari para duta besar negara sahabat.

Hak Pilih

Presiden dan Ibu Tien Soeharto, hari ini (9 Juni, Red) melaksanakan hak pilihnya dalam pemilihan umum 1992 seperti halnya warga negara yang lain. Pak Harto dan Ibu Tien akan melaksanakan hak pilihnya itu di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 02 bertempat di halaman Rumah Ketua RT Cendana, Ny. Tando, Kelurahan Gondangdia Lama, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

Direncanakan tepat pukul 08.00 WIB, Pak Harto dan Ibu Tien menuju TPS. Selanjutnya menyerahkan surat panggilan untuk mencoblos berupa formulir model C.

Pak Harto kini memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) seumur hidup. Demikian pula Ibu Tien juga mempunyai KTP seumur hidup. KTP itu diberikan kepada warga DKI yang berusia di atas 60 tahun. Kini Pak Harto telah berusia 71 tahun lebih sehari, sedangkan Ibu Tien berusia 69 tahun. (3.13/2.1)

Sumber : Angkatan Bersenjata (09/06/1992)

_____________________________________________________________________________

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIV (1992), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 713-715.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.