IBU TIEN INGATKAN PARA IBU UNTUK HIDUP HEMAT

IBU TIEN INGATKAN PARA IBU UNTUK HIDUP HEMAT [1]

Jakarta, Suara Karya

Ibu Tien Soeharto mengingatkan para ibu untuk hidup hemat, yakni hidup secara wajar, tidak berlebih-lebihan. Sikap ini merupakan kunci keberhasilan membangun keluarga bahagia.

“Apabila dilakukan secara nasional akan merupakan kunci bagi keberhasilan pembangunan.” kata Ibu Tien ketika menerima 93 orang istri para peserta Kursus Singkat Angkatan V Lemhanas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

Ibu Negara mengatakan bahwa kebahagiaan keluarga tidak terletak pada kelebihan materi. Bahkan tidak jarang kelebihan materi justru mendatangkan masalah dan kesulitan.

Jika hidup hemat dan wajar dapat dilaksanakan bersama-sama menurut Ibu Tien, kelebihan yang ada dapat ditabung. Secara nasional, tabungan yang kecil dapat membesar dan selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber kekuatan pembangunan.

Tugas ibu dalam mendampingi suami akan selalu sama. Hanya saja sebagai istri perwira ABRI, pejabat dan pemimpin ormas, Ibu Tien mengharapkan, para istri Kursus Lemhanas diharapkan dapat menjadi contoh baik bagi masyarakat.

Perbedaan itu jelas meminta tanggung jawab yang besar. Bahkan mungkin pengorbanan. Menjadi contoh baik, diakui Ibu Tien, lebih sulit dari memberi nasehat, karena harus dibukukan dengan perbuatan.

“Contoh yang baik tidak pernah dapat diberikan dengan kata-kata.” Ujarnya.

Kursus singkat Lemhanas dilaporkan pimpinan rombongan Ny. Muctojib, berlangsung 5 bulan, dari 13 Februari – 18 Jul i 1995. Tujuannya, memantapkan pengetahuan dan kemampuan pemimpin tingkat nasional yang integratif. Mereka adalah para pejabat senior terpilih ABRI dan non-ABRI. Sejalan dengan itu, para istri mereka diberi kesempatan mengikuti penataran sebagai bekal mereka memantapkan peran istri pejabat.

Sumber : SUARA KARYA ( 11/07/1995)

______________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVII (1995), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 735.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.