HUBUNGAN ANTAR BANGSA TAK BERDASAR PEMBERI­PENERIMA

HUBUNGAN ANTAR BANGSA TAK BERDASAR PEMBERI­PENERIMA[1]

 

Jakarta, Kompas

Presiden Soeharto menegaskan, setiap hubungan antar-bangsa tidak bisa lagi didasarkan pada pola pemberi dan penerima, atau dikaitkan dengan ikatan-ikatan politik. Hubungan dan kerja sama itu seharusnya dilakukan atas dasar saling menghormati kedaulatan, tanggungjawab bersama, saling mengisi, dan bermanfaat bagi kedua pihak.

Penegasan Kepala Negara itu disampaikan pada upaya penyerahan surat-surat kepercayaan Hannu Antero Himanen, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Finlandia untuk Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (31/10). Di tempat yang sama, Presiden juga menerima surat kepercayaan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Kanada untuk Indonesia, Gary J. Smith.

Presiden mengatakan, dunia yang terus bergerak maju initelah membuka peluang besar bagi bangsa-bangsa untuk menata kembali politik dan ekonomi dunia agar menjadi baik, adil, dan manusiawi. Peluang itu, lanjut Kepala Negara, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, agar pertentangan antar bangsa tidak terulang lagi.

“Karena itulah, setiap hubungan dan ketja sama antar-bangsa tidak boleh lagi didasarkan pada pola pemberi dan penerima serta tidak boleh dikaitkan dengan ikatan-ikatan politik. Hubungan dan ketja sama antar bangsa hendaknya dilakukan atas dasar sating menghormati kedaulatan, tanggungjawab bersama, saling mengisi, dan memberi manfaat bagi kedua belah pihak.” kata Kepala Negara.

 

Sesuai dengan kemampuannya, Indonesia berupaya berperan dalam mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Misalnya, di kawasan Asia Tenggara, Indonesia bersama-sama ASEAN berkiprah dalam menjadikan kawasan damai, bebas, dan netral. Selain itu, melalui Gerakan Nonblok (GNB), Indonesia berupaya menghidupkan kembali dialog dan ketja sama Utara-Selatan.

“Kami mengharapkan pengertian dan dukungan Pemerintah Finlandia untuk hal itu,” kata Kepala Negara.

 

“Sebagai bangsa yang sedang membangun, kami senantiasa menyambut baik usaha-usaha pengembangan kerja sama, khususnya yang dapat meningkatkan kesejahteraan bangsa kami. Kami akan lebih giat lagi meningkatkan hubungan perdagangan dan menarik investasi dari negara-negara lain, termasuk Finlandia. Saya melihat kedua bangsa dan negara kita masih memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Kamijuga inginmenyampaikan penghargaan kami atas ikut sertanya Finlandia dalam membantu proses pembangunan di negeri kami, melalui Consultative Group on Indonesia (CGI),” lanjut Presiden.

Sumber :  KOMPAS (01/11/1996)

_______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Pertama, 2008, hal 99-100.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.