Feb 072017
 
HM Soeharto dalam berita

Presiden Soeharto Pada Jamuan Kenegaraan:

HIDUP DAMAI, PERLU KEBERANIAN DAN KEKUATAN [1]

Indonesia dukung langkah-langkah P.M. Kriangsak

untuk normalisasi hubungan dengan negara2 tetangga di kawasan Indonesia

 

Jakarta, Berita Buana

PRESIDEN SOEHARTO menyatakan, tekad untuk hidup damai bukanlah kelemahan. Tekad hidup damai juga memerlukan keberanian dan kekuatan. Karena itulah kita perlu meningkatkan ketahanan nasional masing-masing menuju terwujudnya ketahanan regional. Presiden menyatakan hal itu Jum’at malam kemarin, ketika menjamu santap malam kenegaraan untuk menghormat PM Thailand Kriangsak Chomanan beserta rombongan bertempat di Istana Negara.

Ditegaskan lagi oleh Presiden bahwa ASEAN adalah wadah yang penting untuk memungkinkan kelancaran kerjasama di berbagai bidang di antara anggota­anggotanya demi mempercepat usaha peningkatan ketahanan nasional masing-masing dan bersama-sama.

Hal itu menurut Presiden mutlak, agar kita dapat mewujudkan ketetapan hati kita untuk menentukan masa depan kita sendiri. Dan hal itu juga mutlak karena kita masing­masing adalah negara yang berdaulat.

Lebih lanjut Presiden mengatakan, bahwa stabilitasi dan perdamaian di wilayah kita perlu karena hanya dengan suasana demikian kita dapat memacu lebih cepat jalannya pembangunan guna memberikan kesejahteraan kepada rakyat kita masing­masing.

“Karena itulah, bagi kami di lndonesia maka stabilitasi dan perdamaian di kawasan ini merupakan kebutuhan mutlak. Dan karena itu pulalah, maka kemantapan ASEAN adalah salah satu pilar penyangga politik luar negeri kami.” kata Presiden.

Menyinggung tentang maksud kelahiran ASEAN, Presiden kembali menegaskan, bahwa kita juga menyatakan pada diri sendiri dan kepada dunia bahwa tujuan-tujuan yang melahirkan perhimpunan ini tidak memusuhi bangsa-bangsa lain, lebih-lebih tetangga kita sendiri. Kita tahu, bahwa permusuhan tidak akan dapat menyelesaikan persoalan secara langgeng.

ASEAN bertekad untuk menentukan dan membangun masa depan menurut kemauan dan keputusan-keputusan ASEAN sendiri dan tidak membiarkan ditentukan atau dicampuri oleh kekuatan-kekuatan lain.

“Ini juga merupakan semangat baru dan zaman baru bagi kawasan ini.” kata Presiden.

Pada akhir pidatonya, Presiden menyatakan, sesuai dengan tujuan ASEAN, Indonesia sepenuhnya mendukung langkah-langkah PM Kriangsak untuk membangun kembali suasana yang memungkinkan normalisasi hubungan dengan negara-negara tetangga di kawasan Indocina.

Sebagai tetangga, Indonesia akan mengikuti perkembangan di Thailand dan sebagai sesama negara berdaulat, Indonesia menghormati segala keputusan yang diambil oleh Thailand.

“Dan sebagai sahabat, kami mendukung setiap keputusan Pemerintah dan rakyat Thailand yang dianggap paling baik bagi anda semua di sana,” kata Presiden.

Kami memahami sepenuhnya perobahan perobahan yang telah terjadi di Thailand. Kami kagum bahwa perubahan-perubahan itu telah betjalan dengan tenang tanpa menimbulkan goncangan dan menganggu stabilitasi, yang semuanya itu saya yakin, kata Presiden, berkat kebijaksanaan kenegaraan yang tinggi dari Yang Mulia dalam menangani keadaan, demikian Presiden”.

PM Kriangsak Chomanah menjawab pidato Presiden Soeharto tadi malam mengatakan, bahwa tujuan kunjungannya ke negara2 ASEAN dewasa ini adalah untuk mempertegas lagi politik luar negeri Thailand dalam hubungan kerjasama ASEAN ini.

Kriangsak yang agak sukaruntuk mengucapkan pemerintah ”Republik Indonesia”, ini menambahkan bahwa dengan kesempatan ini pula akan dipertegas lagi hubungan pribadi antara pemimpin2 pemerintahan negara2 anggota ASEAN. Tak lain adalah tumbuhnya dan mempererat kerjasama tersebut.

Dalam pada itu ia menegaskan bahwa pelbagai gagasan2 yang ingin perlu disampaikan dalam bidang hubungan sosial rakyat2 ASEAN dalam rangka untuk tidak menyinggung kebebasan bergerak bagi negara2 anggota.

Karena segala ini sudah dituangkan dalam deklarasi BALI dalam bulan Pebruari tahun 1976 yang lalu. Kriangsak yang duduk didampingi oleh Presiden Suharto sebelah kirinya dan Ibu Tien Suharto di sebelah kanannya menganggap bahwa dengan deklarasi itu maka negara anggota ASEAN kini menduduki wilayah yang penting di dunia ini.

Yang nyata ialah perkembangan ekonomi dan sosial2 di negeri2 itu tampak maju sekali dan ditingkatkan.

Dalam hubungan bilateral antara Thailand dan Indonesia, Kriangsak mengatakan bahwa kenyataan telah terpaku adanya hubungan yang baik antara kedua negara itu. Ia yakin bahwa hubungan akan dapat dipererat dengan tumbuhnya perkembangan2 sistem kerjasama yang kini diperbaharui itu, demikian Kriangsak.

Pidato balasan Kriangsak ini telah diakhiri dengan mengangkat toast seluruh hadirin untuk keselamatan dan kesejahteraan kedua bangsa Thailand dan Indonesia. Resepsi kenegaraan yang diadakan di Istana Negara tadi malam itu dihadiri oleh lebih dari 150 tamu dan anggota2 pimpinan Negara Indonesia.

Dalam acara tukar-menukar tanda mata yang berlangsung sebelum jamuan makan malam kenegaraan tadi malam Ibu Tien Suharto menyerahkan sehelai batik untuk Ny. Kriangsak Chaomanan. Batik tsb. bermotipkan perpaduan antara “Gondorio” dan “Kestubi”.

Presiden Suharto dalam pada itu menyerahkan sebilah keris emas berukiran gading buatan Bali kepada PM Kriangsak.

PM Kriangsak menyerahkan satu set piring makan berwarna hijau buatan khas Chiang May sementara Ny. Chamanan memberikan kenang2an berupa tas kulit dihias emas yang merupakan hasil karya tradisionil Thailand.

Disamping itu PM Kriangsak memenuhi adat negerinya dengan menyerahkan “tukon” berupa uang recehan karena menurut tradisi Thailand semua pemberian harus dibeli. (DTS)

Sumber: BERITA BUANA (18/02/1978)

 

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 617-619.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: