HATI-HATI MENERIMA BANTUAN LUAR NEGERI

HATI-HATI MENERIMA BANTUAN LUAR NEGERI

 

 

Jakarta, Suara Karya

Presiden Soeharto mengharapkan organisasi-organisasi wanita dan berbagai lembaga swadaya masyarakat untuk bersikap hati-hati dalam menerima bantuan luar negeri, karena kadang-kadang bantuan itu justru tidak mendukung program yang ada.

Harapan Kepala Negara tersebut tersebut dijelaskan Menteri Negara Urusan Peranan Wanita, Ny. Sulasikin Murpratomo kepada wartawan sesudah melaporkan masalah pelaksanaan program Bina Keluarga dah Balita kepada Presiden di Bina Graha, Selasa.

“Presiden minta organisasi wanita dan juga lembaga swadaya masyarakat bersikap waspada karena bantuan luar negeri bukan malahan membantu, karena kadang-kadang kurang mendukung,” kata Menteri.

Ketika ditanya wartawan tentang mengapa Presiden melontarkan harapan itu, Sulasikin Murpratomo mengatakan kalau Indonesia tidak waspada kadang-kadang justru tidak bermanfaat.

Ia memberi contoh, berdasarkan perjanjian di antara kedua pihak, maka Indonesia wajib mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri. Padahal di Indonesia sendiri, tenaga ahli itu sudah ada.

“Kemudian, jangan karena kita merasa itu tidak sesuai, kita tidak mengemukakan yang sebenarnya. Bantuan itu kan untuk kepentingan kita. Jangan lalu karena diberi, ya kita cuma bilang terima kasih, tapi tidak dengan terus terang mengatakan itu bukan yang kita maui,” katanya.

Meneg UPW juga melaporkan kepada Presiden tentang berbagai langkah yang diambil untuk meningkatkan nilai tambah kegiatan para wanita nelayan dan daerah transmigrasi.

Ny. Sulasikin mengatakan basil karya para wanita nelayan dan transmigran perlu dipasarkan. Bahkan kalau memerlukan bantuan modal, akan dijajaki kredit dari BRI tanpa agunan. Dengan memberikan berbagai bantuan diharapkan golongan ekonomi lemah bisa terbantu.

 

 

Sumber : SUARAKARYA(28/07/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 267.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.