Nov 232017
 

HASNAN HABIB SUSUNAN KABINET PEMBANGUNAN V

Jakarta, Antara

Pengamat politik M. Hasnan Habib mengatakan, yang penting bagi Kabinet Pembangunan V adalah bagaimana membuktikan diri mampu melaksanakan apa yang diharapkan oleh Presiden Soeharto dan bersedia menerima kritik.

Mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat itu, menjawab pertanyaan ANTARA Senin malam, mengatakan, pemerintah mendatang harus “membuka diri terhadap berbagai kritik yang sehat.”

“Kalau presiden mengharapkan mereka agar benar-benar menjalankan misi yang diemban masing-masing, maka kita menuntut agar mereka mampu membuktikan diri,” katanya.

Hasnan Habib menilai pengkaderan pada susunan kabinet kelima ini tidak terlalu menonjol karena muka-muka baru yang terpampang sudah dikenal sebelumnya dalam jajaran pemerintahan.

Selain dalam pemerintahan, beberapa diantara mereka juga telah dikenal banyak di kalangan angkatan bersenjata.

Yang benar-benar mencerminkan kader adalah tampilnya Ir Sarwono Kusumaatmadja dan Akbar Tanjung, masing-masing menjadi Menteri Negara Penertiban Aparatur Negara dan Menpora, demikian Hasnan Habib.

Meskipun demikian, menurut dia, posisi susunan kabinet itu paling tepat dalam perjalanannya menuju rencana jangka panjang 25 tahun kedua dan “kita mengerti bahwa kombinasi demikian itu tidak lain untuk menjamin kesinambungan pembangunan.”

Direktur Eksekutif CSIS Jusuf Wanandi menilai susunan Kabinet Pembangunan V yang diumumkan oleh Presiden Soeharto Senin malam cukup meyakinkan baik di bidang ekonomi maupun politik karena para anggota kabinet itu mampu di bidang masing-masing.

Jusuf Wanandi juga mengatakan bahwa Kabinet Pembangunan V itu cukup kuat dan yakin bahwa mereka mampu.

Presiden Soeharto mengatakan dalam menyusun nama-nama anggota kabinet itu unsur bekerjasama dan koordinasi menjadi pertimbangannya selain masa lah pengkaderan. Menurut Jusuf, pengkaderan yang tercermin dalam susunan kabinet itu “meyakinkan, ini baik untuk belajar kompak.”

Tim demikian, menurut dia, menunjukkan pengertian Presiden Soeharto yang mendalam terhadap masa depan bangsa.

Jakarta, ANTARA

Sumber : ANTARA (21/03/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 72-73.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: