HARI PEMUKIMAN SEDUNIA DIADAKAN DI JAKARTA

HARI PEMUKIMAN SEDUNIA DIADAKAN DI JAKARTA

 

 

Jakarta, Antara

Hari Pemukiman Sedunia (World Habitat Day) yang diadakan setiap tahunnya pada Senin pertama bulan Oktober, untuk tahun 1989 ini, peringatannya secara internasional akan diselenggarakan di Jakarta, demikian Menpen Harmoko dalam pertemuan dengan pimpinan media massa di Jakarta, Selasa malam.

Dipilihnya Indonesia sebagai tempat peringatan Hari Pemukiman Sedunia itu sesuai dengan hasil pertemuan di Cartagena yang menentukan Indonesia sebagai negara di Asia yang mendapat giliran.

Dikatakan, tema Hari Pemukiman Sedunia untuk tahun 1989 adalah “Papan, Kesehatan dan Keluarga” (Shelter, Health, and the Family) sejalan dengan upaya mempertebal komitmen setiap negara dalam pengadaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Acara kegiatan akan dipusatkan di Istana Negara Jakarta dan dihadiri langsung oleh Presiden Soeharto. Dalarn acara tersebut akan dilakukan pemberian penghargaan dari Lembaga Perumahan dan Pemukiman Masyarakat di London untuk Mesir, Swiss dan Cyprus sebagai negara yang dinilai berhasil mengembangkan pemukirnan yang baik.

Ditempat yang saran juga akan dilakukan pemberian penghargaan pemenang Lomba Penghijauan dan Lomba Taman Tingkat Nasional, yang diselenggarakan bersarna oleh Kantor Menteri Negara Perumahan Rakyat, Kantor Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Departemen Pekerjaan Umum dan Departemen Dalarn Negeri.

Selain itu, akan diadakan juga seminar mengenai pembangunan pemukiman perkotaan (Human Settlement Development in Urban Area) yang berlangsung dari tanggal 2 hingga 4 Oktober dan dihadiri oleh pakar-pakar perumahan dari India, Pakistan, Malaysia, Jepang, Australia dan Selandia Baru.

Menurut Menteri PU Radinal Moochtar, dalam seminar tersebut diharapkan masing-masing pakar akan menceritakan pengalamannya dalam mengembangkan perkotaan baru.

“Seminar tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan keberhasilan Indonesia dalam membangun kota-kota baru, antara lain Depok, Palangkaraya dan Pekanbaru.” Dalam kaitannya dengan peringatan Hari Pemukiman Sedunia tersebut, Menpera

Ir. Siswono Judo Hoesodo mengatakan bahwa dalam tahun 2.000 mendatang diperkirakan 86 juta penduduk Indonesia tinggal di sekitar 816 kota, baik kecil, sedang maupun besar. Dari Jumlah tersebut, ungkapnya, sebanyak 36,9 juta penduduk tinggal di 13 kota besar dan metropolitan.

Setiap tahunnya, tambah Siswono, sekitar 8.000 hektar tanah pertanian dipakai untuk pemukiman, sementara masyarakat di Indonesia masih belurn siap untuk tinggal di rumah susun.

 

 

Sumber : ANTARA (26/09/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 944-945.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: