Jul 122018
 

HARI INI DIRESMIKAN PROYEK PU DI ACEH SENILAI RP.194, 4 MILYAR [1]

Jakarta, Angkatan Bersenjata

Presiden Soeharto menurut rencana hari ini Rabu (27/5) meresmikan proyek­-proyek pembangunan yang ditangani Departemen Pekerjaan Umum dengan nilai total Rp 194,4 milyar. Meliputi proyek bidang Pengairan, Bina Marga dan Cipta Karya.

Selain proyek-proyek ke-PU-an yang diresmikan Presiden Soeharto, yang dipusatkan di lokasi Proyek Pengendalian Banjir Krueng Aceh di Kota Banda Aceh itu, juga proyek-proyek Departemen Transmigrasi, Departemen Penerangan, Departemen Agama, Departemen Pertambangan dan Energi, Pendidikan dan Kebudayaan, Pertanian, Tenaga Kerja dan Departemen Perhubungan.

Proyek pembangunan yang ditangani sembilan Departemen itu bernilai Rp 270 milyar. Dari jumlah dana tersebut terbesar adalah proyek PU bidang Pengairan. Berjumlah sekitar Rp 155,82 milyar. Meliputi proyek pengendalian banjir Krueng Aceh untuk Kota Banda Aceh dan Aceh Besar sebesar Rp 138,76 milyar dan proyek irigasi yang tersebar di enam lokasi dengan menghabiskan dana Rp 17,6 milyar untuk mengairi persawahan beririgasi teknis seluas 5.400 Ha.

Irigasi

Irigasi dibangun dengan dana pinjaman ADB itu adalah irigasi Panca Pucok yang berlokasi di Aceh Barat dapat mengairi seluas 520 Ha. Irigasi Paya Dapur berlokasi di Aceh Selatan untuk areal seluas 2.390 Ha. Irigasi Babah Rot areal seluas 820 Ha, irigasi Tangan-Tangan yang berlokasi di Aceh Selatan areal seluas 710 Ha. Juga dibangun di Kabupaten Aceh Besar, yaitu irigasi Geupeu mengairi sawah seluas 153 Ha dan irigasi Buracan berlokasi di Kabupaten Pidie dengan areal sawah seluas 807 Ha.

Kakanwil PU Aceh Ir. M. Noor Muhammad mengatakan bahwa untuk pembangunan irigasi Buracan, Pucok dan Babah Rot masyarakat setempat telah menyerahkan tanahnya secara sukarela untuk kepentingan mereka tanpa ganti rugi. Kakanwil PU Aceh menyatakan penghargaaan yang tinggi kepada masyarakat di daerah irigasi itu yang telah memberikan peran serta yang besar terhadap pembangunan irigasi tesebut dengan tidak ada ganti rugi tanah.

Cipta Karya

Di bidang Cipta Karya proyek yang diresmikan Presiden meliputi pekerjaan Perbaikan Lingkungan Perumahan Kota, peningkatan gedung SMP dan SMA serta peningkatan sarana air bersih. Ketiga proyek tersebut telah menghabiskan dana sebesar Rp 3,6 milyar dan untuk penyediaan air bersih sebesar Rp 1,15 milyar. Proyek air bersih yang diresmikan secara simbolis itu adalah sambungan rumah terminal air, hidran umum. Kapasitas pelayanan dan mobil tangki yang tersebar di Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Selatan, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Aceh Besar dan Kodya Banda Aceh.

Dari penyediaan air bersih tersebut untuk Kota Banda Aceh melayani sekitar 10.000 jiwa, Kabupaten Aceh Barat 2.000 jiwa, Aceh Timur 2.600 jiwa, Aceh Utara 1.800 jiwa dan Kabupaten Aceh Selatan 1.500 jiwa. Kabupaten Aceh Besar melayani penduduk desa (dua desa) sekitar 1.000 jiwa.

Penyediaan air bersih untuk propinsi DI Aceh selama tiga tahun anggaran, dari 1989/1990 sampai 1991/1992, telah menyerap dana sebesar Rp 13,552 milyar lebih dengan kapasitas 257,5 liter/detik. Sambungan rumah terpasang sebanyak 5.624 unit dari hidran umum 545 unit. Peningkatan sarana air bersih selama tiga tahun anggaran itu terlayani 102.268 jiwa dan 71 kota dan desa di luar pembangunan sarana air bersih yang sudah di tangani sampai Pelita IV.

Swasembada Pangan

DI. Aceh akan memiliki areal beririgasi teknis lebih dari 100 ribu ha pada akhir Pelita V. Saat ini luas irigasi teknis yang ada termasuk enam daerah irigasi yang diresmikan Presiden berjumlah sekitar 26 ribu Ha. Menurut Kakanwil PU Aceh Ir. M.Noor Muhammad peningkatan luas areal panen dari satu kali panen menjadi dua kali panen dalam setahun.

Bina Marga

Proyek biang Bina Marga yang diresmikan jalan antara Jamur Sepit-Blang Kejeren dan Kotacene sampai batas Sumatera Utara sepanjang 76, 5 Km dengan biaya sebesar Rp. 10,8 milyar disamping itu 21 buah jembatan yang tersebar pada ruas-ruas jalan nasional maupun jalan Propinsi sepanjang 1.520 meter yang bernilaiRp. 12,5 milyar.

Dilingkungan Departemen P dan  K akan meresmikan 2 proyek meliputi peningkatan SLTA kejuruan dan teknologi di Aceh Besar dan Proyek pembangunan penataran guru di Aceh Besar dengan total dana pembangunannya Rp. 2,548 milyar.

Untuk lingkungan Departemen Pertanian, total jumlah proyek yang diresmikan 5 proyek, dengan total dana yang terserap Rp 8.984 milyar, meliputi pengembangan dan pembangunan prasarana perikanan Lhok Bengkuang di Aceh Selatan Rp 1.157 milyar, pembangunan SPP Planghari di Kutacane Rp 387 juta , pembangunan laboratorium perkebuan Ulec Karcng, Acch Besar Rp 656,5juta. Pembangunan unit pengolahan benih Pulo Ie,Aceh Barat Rp 800juta dan pembangunan unit pengolahan benih, Meureudu, Pidie Rp. 983,2juta.

Di lingkungan  Departemen Perhubungan , akan diresmikan H5 proyek dan menyerap dana Rp 10 milyar lebih. Di lingkungan Departemen agama berjumlah 14 proyek meliputi proyek peningkatan pendidikan perguruan agama Islam di 8 daerah tingkat II yang menyerap dana pembangunan Rp 1.226 milyar.

Beberapa proyek lain yang diresmikan oleh Presiden Soeharto, meliputi proyek informasi pendayagunaan dan penyaluran tenaga kerja Departemen Tenaga Kerja dengan jumlah 7 proyek yang terdapat di 17 daerah tingkat II dengan total dana pembangunan Rp 425,3 juta.

Proyek di lingkungan Departemen Transmigrasi yang akan diresmikan betjumlah 13 proyek, meliputi penyiapan lahan dan pemukiman Transmigrasi pada 5 daerah tingkat II, Aceh Besar, Aceh Utara, Aceh Barat, Aceh Selatan dan Aceh Tengah dengan jumlah dana terserap Rp 6,506 milyar.

Menyusul proyek Departemen Penerangan, berupa pelaksanaan pembangunan TVRl Stasiun Transmisi, dengan jumlah 10 proyek yang mencakup 7 daerah tingkat II, Aceh Besar, Aceh Timur, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Barat dan Aceh Tengah, dengan jumlah dana pembangunan Rp 3.319 milyar.

Presiden Soeharto juga meresmikan 8 proyek di lingkungan Departemen Pertambangan dan Energi yang menyerap dana total senilai Rp.52,160 milyar, meliputi dua lingkup pekerjaan pelistrikan, diantaranya proyek listrik desa yang dibangun dengan dana total Rp 28,986 milyar meliputi 8 daerah tingkat -II serta proyek kelistrikan daerah Istimewa Aceh dibangun dengan dana Rp 23,173 milyar, meliputi 6 daerah tingkat II. Proyek listrik yang diresmikan tersebut tersebar di 97 kecamatan dan 700 desa, dengan jumlah pelanggan 21.430.

Pembangunan jaringan distribusi di 708 desa meliputi pembangunan 568,16 Km jaringan tegangan menengah dan 914,21 Km jaringan tegangan rendah serta 320 buah/ 14.825 KVA gardu distribusi. Khusus proyek pelistrikan yang diresmikan ini meliputi 9 PLTD yang dibangun pada 7 lokasi, diantaranya Idi, Kutacane, Meulaboh, Tapak Tuan, Blang Pidie, Takengon dan Sigli dengan sumber dana APBN dan bantuan luar negeri.

Dengan diresmikan proyek pelistrikan ini, Propinsi yang memiliki 5.465 desa, diantaranya 2.321 desa (42,47 %) telah berlistrik yang tersebar di 139 kecamatan dari 8 kabupaten dan 2 kotamadya.

Sumber: ANGKATANBERSENJATA(27 /05/ 1992)

___________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIV (1992), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 549-553.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: