Jul 122018
 

HARI INI, 124 PROYEK PEMBANGUNAN DI ACEH DIRESMIKAN[1]

Jakarta, Suara Karya

Sebanyak 124 proyek pembangunan di Aceh senilai Rp 270,3 milyar menurut rencana hari ini, Rabu (27/5), diresmikan Presiden Soeharto di Banda Aceh. Ke-124 proyek meliputi 46 proyek Departemen Pekerjaan Umum senilai 190,1 milyar, 8 proyek Departemen Pertambangan dan Energi senilai Rp 52,1 milyar, 19 proyek Departemen Perhubungan dengan nilai Rp 10 milyar, 13 proyek Departemen Transmigrasi senilai Rp 6,5 milyar, 5 proyek Departemen Pertanian bernilai Rp 3,9 milyar, 10 proyek Departemen Penerangan senilai Rp 3,3 milyar, 2 proyek Departemen Pendidikan dan Kebudayaan senilai Rp 2,5 milyar, 14 Proyek Departemen Agama senilai Rp 1,2 milyar dan 7 proyek Departemen Tenaga Kerja senilai Rp 425,3 juta lebih.

Gubernur Aceh Ibrahim Hasan yang ditanya Suara Karya seusai menyaksikan penandatanganan kontrak kerja Paket Proyek Irigasi Krueng Aceh antara Pimpro Irigasi KruengAceh Ir.Hartoyo, Dipl. HE dengan Direktur Civil PT. Waskita Karya, Rosandi, di Mesjid Indrapuri Aceh-Besar, pekan lalu mengatakan, seluruh kegiatan peresmian proyek-proyek pembangunan yang dilakukan Presiden Soeharto dipusatkan di Desa Larnnyong, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh .

Penentuan lokasi peresmian persis di kepala jembatan Lamnyong yang menghubungkan antara pusat Kota Banda Aceh dengan Kampus Unsyiah dan lAIN Ar-Raniry Darussalam itu, menurut Ibrahim Hasan, karena daerah itu merupakan pusat pembangunan Proyek Pengendalian Banjir KruengAceh.

Proyek pengaturan dan pemeliharaan Sungai KruengAceh yang dibangun sejak 1987 dengan dana Rp 250 milyar lebih itu,menurut Gubernur, sengaja dibangun untuk mencegah banjir tahunan yang mengancam seluruh Wilayah Kota madya Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.

Sekarang proyek KruengAceh ini sudah selesai dikerjakan lebih 80 persen dan sudah menghabiskan dana Rp 138,7 milyar lebih. Kalau seluruhnya sudah rampung, InsyaAllah, seluruh Wilayah Kabupaten Aceh Besar dan Kotamadya Banda Aceh akan bebas banjir, sebut Gubemur.

Sementara itu Kakanwil Departemen PU Aceh Ir. M. Noor Muhammad yang ditanya Suara Karya melalui Humas Kanwil PU Aceh Drs. Teuku Pribadi di Banda Aceh, Jumat (22/5) menyebutkan, dari 124 Proyek Pembangunan yang diresmikan Presiden Soeharto, 46 di antaranya adalah Proyek Departemen Pekerjaan Umum baik dibidang Pengairan, Bina Marga maupun Cipta Karya. Di bidang Pengairan, kata Teuku Pribadi, meliputi 5 paket proyek pengaturan dan pemeliharaan Sungai Krueng Aceh baik yang dibangun di Aceh Besar maupun di Banda Aceh yang keseluruhannya bernilai Rp 138,7 milyar termasuk 6 irigasi masing-masing di Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Besar dan Kabupaten Pidie senilai Rp 17,6 milyar lebih.

Di bidang Bina Marga yang nilai proyek tercatat Rp 30 milyar lebih berupa peningkatan jalan, dan penggantian jembatan, masing-masing dibangun di Aceh Tenggara, Aceh Besar, Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Selatan, Aceh Tengah dan Pidie. Sedangkan Proyek Cipta Karya yang bernilai Rp 3,6 milyar meliputi perbaikan lingkungan perumahan kota, peningkatan sekolah SMP dan SMA serta peningkatan sarana air bersih .

Khusus 6 proyek irigasi yang dibangun di 4 Kabupaten masing-masing di Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Besar dan Aceh Pidie, menurut Pimpinan Bagian Proyek Irigasi Wilayah-II Aceh Ir. R. Usman Budiman, mampu mengairi 5.400 hektar sawah penduduk.

Pembangunan irigasi yang dimulai sejak 1989, menurut Ir.Usman Budiman tidak pernah ada ganti rugi tanah oleh Pemerintah, karena semua tanah yang terkena pembebasan untuk pembangunan Irigasi disumbangkan secara ikhlas oleh petani setempat. Luas tanah yang disumbangkan untuk pembangunan irigasi, menurut Usman Budiman, tercatat, 185 hektar atau senilai Rp 1,8 milyar.

Dua proyek Depdikbud senilai Rp 2,5 milyar yang diresmikan Kepala Negara, menurut Kakanwil Depdikbud Aceh H. Ibrahim Kaoy, berupa proyek peningkatan SLTA Kejuruan dan Teknologi serta proyek pembangunan penataran guru. Sedangkan 5 proyek Departemen Pertanian senilai Rp 3.9 milyar tersebar di 5 kabupaten di Aceh meliputi pembangunan prasarana perikanan, sekolah dan laboratorium perkebunan.

Proyek Departemen Perhubungan senilai Rp 10 milyar lebih itu mencakup fasilitas pengawasan Lalu Lintas Jalan, Pelabuhan laut, Kesyahbandaran, Penerbangan dan Proyek Meteorologi dan Geofisika. Sedangkan Proyek Departemen Pertambangan dan Energi khusus tentang kelistrikan.

Di lingkungan Departemen Agama, Proyek yang diresmikan Presiden Soeharto berupa proyek peningkatan Pendidikan Perguruan Agama Islam di 8 Daerah Tingkat II di Aceh , sedangkan 7 proyek Departemen Tenaga Kerja yang tersebar di 7 Kabupaten adalah Proyek Informasi, Pendayagunaan dan Penyaluran Tenaga Begitu juga Proyek Departemen Transmigrasi yang tersebar di 5 Kabupaten berupa Penyiapan lahan dan Pemukiman Transmigran dan 10 Proyek Departemen Penerangan di 7 Kabupaten adalah pelaksanaan pembangunan TVRI stasiun Transmisi.

Wakil Gubernur Aceh Teuku Djohan selaku Ketua Panitia Penyambutan kunjungan kerja Presiden Soeharto kepada wartawan di Banda Aceh mengatakan, selain meresmikan 124 Proyek Pembangunan, Kepala Negara yang di dampingi Ibu Soeharto dan sejumlah Menteri Kabinet Pembangunan, juga mengadakan Temu Wicara dengan tokoh masyarakat, petani dan transmigrasi di Lamnyong Banda Aceh. (DahlanTb)

Sumber: SUARAKARYA(27/05/1992)

__________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIV (1992), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 548-550.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: