HANYA BANGSA YANG EKONOMINYA EFISIEN AKAN BERHASIL MANFAATKAN PELUANG YANG TERBUKA

HANYA BANGSA YANG EKONOMINYA EFISIEN

AKAN BERHASIL MANFAATKAN PELUANG YANG TERBUKA [1]

 

Jakarta, Business News

Presiden Soeharto menegaskan, hanya bangsa yang ekonominya efisien yang akan berhasil memanfaatkan peluang yang terbuka demi kesejahteraannya. Guna mewujudkan efisiensi itu, keselamatan dan kesehatan kerja menjadi bertambah penting lagi. Hanya suasana ketja yang menyenangkan dan yang menjamin keselamatan dan kesehatan kerja saja yang akan bisa menghasilkan produk-produk berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Kepala Negara menandaskan hal di atas di Istana Negara Kamis kemarin pada pembukaan Konvensi Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja III Tahun 1995. Penyerahan Penghargaan Nihil Kecelakaan Ketja dan Paramakarya, serta Pernyataan Dimulainya Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tahun 1995.

“Kita memang harus terus berusaha untuk membudayakan keselamatan dan kesehatan kerja. Hal itu sangat penting bagi upaya untuk mempercepat proses industrialisasi dalam era tinggallandas sekarang ini”, ungkap Soeharto.

Industrialisasi memerlukan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi, karena industri merupakan proses produksi yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hanya mereka yang ahli yang akan dapat memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam proses produksi. Dan hanya mereka yang trampil, yang dapat mengoperasikan peralatan yang terus bertambah canggih dan makin efisien dalam proses industrialisasi. Tanpa sumber daya manusia yang berkualitas dan trampil, kita akan sulit mempercepat proses industrialisasi. Karena itu, tidak bisa lain, sumber daya manusia yang berkualitas mutlak perlu untuk mempercepat proses industrialisasi.

Untuk menciptakan tenaga kerja yang berkualitas dan trampil diperlukan waktu yang lama dan biaya yang tidak kecil. Karena itu, keselamatan dan kesehatannya harus dijaga dengan baik, agar proses produksi dapat berjalan tanpa mengalami gangguan.

Tetapi harus kita sadari sedalam-dalamnya, bahwa menjaga keselamatan dan kesehatan ketja bukan hanya untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Manusia tidak boleh kita turunkan martabatnya sehingga hanya menjadi unsur produksi. Bagi kita, manusia adalah tujuan utama pembangunan. Kita telah menegaskan bahwa yang kita bangun adalah manusia Indonesia yang utuh dan masyarakat Indo­nesia yang menyeluruh. Ini berarti menjaga keselamatan dan kesehatan kerja merupakan tugas kemanusiaan, merupakan bagian dari pembangunan manusia Indo­nesia yang utuh tadi.

Memandang Resiko Bahaya

Kita menyadari, bahwa pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam proses produksi juga mengandung resiko bahaya, risiko kecelakaan bertambah besar, penyakit kerja bertambah, pencemaran lingkungan lebih banyak dan sebagainya. Tidak jarang, karena sesuatu hal, alat-alat produksi yang canggih menjadi rusak dan menimbulkan korban. Bahkan seringkali industrialisasi menjadi penyebab berjangkitnya suatu penyakit dan tercemamya lingkungan yang membahayakan kehidupan kita. Tentu saja hal-hal tadi tidak berarti lalu kita takut memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam proses industrialisasi kita. Yang harus kita lakukan adalah mengurangi sampai batas yang terkecil dari resiko-resiko tadi. Dan itu memang bisa kita lakukan. Untuk menghindari resiko-resiko itulah, antara lain, maka peningkatan industrialisasi harus dibarengi dengan peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja.

Kita berbesar hati karena peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja itu terus bertambah baik dari tahun ke tahun. Tanggungjawab masyarakat industri dalam menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja mulai terasa. Di berbagai perusahaan tingkat kecelakaan ketja sudah berhasil turun dengan mengesankan. Hal ini antara lain terlihat dari banyaknya perusahaan baik yang besar, yang sedang maupun yang kecil yang menerima penghargaan nihil kecelakaan kerja. Semuanya tadi merupakan basil dari rasa tanggungjawab, kerja keras dan kerja sama yang baik antara pimpinan perusahaan dengan para pekerja. Keberhasilan ini juga merupakan keberhasilan dalam mewujudkan hubungan industrial Pancasila.

Meskipun demikian, masih harus terus menerus kita sebarluaskan kesadaran mengenai keselamatan dan kesehatan kerja ini. Tidak sedikit pengusaha kita yang belum menyadari pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja. Masih banyak anggapan bahwa menjaga keselamatan dan kesehatan ketja itu sebagai beban yang tidak perlu, sebagai pemborosan. Sebaliknya, banyak pula pekerja yang enggan memakai alat-alat pelindung diri yang memang perlu dalam melaksanakan pekerjaannya. Di samping itu masih ada sektor-sektor yang rawan kecelakaan yang belum seluruhnya menerapkan ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja yang diharuskan: seperti pekerjaan konstruksi, pertambangan, transportasi, kehutanan dan lain-lain.

Ketetapan hati kita untuk mempercepat proses industrialisasi dalam era tinggal landas sekarang ini, bersamaan dengan terjadinya perubahan-perubahan besar di dunia. Kita sedang memasuki zaman baru, yaitu arus perdagangan dan investasi yang terbuka di seluruh dunia. Kita benar-benar harus siap memasuki suasana baru itu. Kita tidak bisa membuang-buang waktu.

Tak Perlu Gentar

Persaingan yang akan terus bertambah ketat tidak perlu membuat kita gentar dan berkecil hati. Kita harus menyambut persaingan tadi dengan hati yang terbuka dan semangat juang yang tinggi. Bertambah ketatnya persaingan itu tidak mungkin kita hindari. Tidak adajalan lain bagi kita kecuali harus menghadapinya. Untuk itu. kita harus meningkatkan produktivitas dan kualitas barang-barang yang kita hasilkan. Kita harus terus rnengurangi dan meniadakan berbagai hambatan dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas produk-produk kita. Hanya denganjalan ini, kita akan dapat memenangkan persaingan di pasar dunia.

Memperoleh penghargaan adalah suatu kehormatan. Tetapi hal ini bukanlah menjadi tujuan usaha. Sebaliknya, penghargaan yang tinggi itu hendaknya menjadi pernacu usaha, agar pernsahaan makin produktif dan dapat menghasilkan barang­ barang yang makin baik kualitasnya, demikian Soeharto.

Tantangan dan peluang di hadapan kita memerlukan kemitraan yang mendorong majunya perusahaan, baik dengan mitra dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini terasa makin perlu dalam dunia yang makin menyatu dewasa ini. Bekerja sama dengan pihak lain tidak perlu berarti mengorbankan kemandirian. Sebaliknya, kerja sama tadi justru untuk mendorong perusahaan menjadi lebih mandiri. Karena, hanya dari pernsahaan yang mandiri sajalah dapat dikembangkan kemitraan yang baik dan bermanfaat. Kemitraan yang baik hanya mungkin dihasilkan oleh pernsah aan­ perusahaan yang mernilikijati diri,merniliki sikap mandiri,tegar dan sekaligus memiliki keinginan yang kuat untuk maju.

Sumber :BUSINESS NEWS (13/0l/1995)

________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVII (1995), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 334-336.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.