Sep 132017
 

GUBERNUR ACEH PRESIDEN UTAMAKAN PEMBANGUNAN

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto memberikan perhatian khusus bagi peningkatan pembangunan di propinsi Aceh terutama pembangunan prasarana perhubungan darat, demikian Gubemur Aceh Prof. Ibrahim Hasan mengatakan kepada wartawan setelah melapor kepada Presiden Soeharto di Bina Graha, Kamis.

Gubernur melaporkan kepada Presiden mengenai pelaksanaan tugas yang dilakukannya selama delapan bulan menjadi gubernur, menyangkut bidang pemerintahan, pembangunan dan pembinaan masyarakat.

Menurut Gubernur, pembangunan jalan darat di Aceh sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat demikian pula pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan sudah sampai terasa dikecamatan, namun masih ada desa-desa terpencil yang belum terjamah prasarana jalan darat.

Pembangunan jalan darat ke desa itu perlu sekali untuk mencegah terjadinya kesenjangan informasi di kalangan masyarakat. “Walaupun rakyat di desa terpencil punya radio, tetapi mereka sulit mendapatkan batu batere,” kata Gubernur.

Mengenai pembangunan jembatan, Gubernur mengatakan, dari lima jembatan rakit, empat buah di antaranya sudah diganti dengan jembatan permanen. Hal ini sangat positip pengaruhnya bagi kesejahteraan masyarakat, ujamya.

Ia mengatakan, untuk sungai-sungai yang masih menggunakan rakit untuk penyeberangan, Presiden menyarankan Gubernur agar menemui Menteri Pekerjaan Umum untuk membicarakan rencana pembangunan jembatan baru. Selain perhatian kepada pembangunan prasarana jalan darat, Presiden juga menekankan perlunya dikembangkan komoditi pertanian di Aceh seperti kelapa sawit, minyak nilam, pala, kopi, kemiri, kedele dan tambak udang. Karena Aceh mempunyai potensi besar bagi pengembangan komoditi-komoditi tersebut, kata Gubemur.

Ia juga melaporkan mengenai penerimaan asas Pancasila di Aceh di mana masyarakat tidak lagi melihat adanya konflik antara Pancasila dan agama.

Menurutnya, generasi muda di Aceh sekarang lebih mementingkan pengembangan karier. “Politik adalah panglima tidak berlaku bagi mereka,” katanya. Dalam menanggapi laporan gubemur mengenai pembangunan tempat-tempat ibadah di Aceh, Presiden menjanjikan akan memberikan bantuannya baik bantuan dari dana kerohanian kePresidenan maupun dari Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila.

Presiden juga menjanjikan untuk memberikan bantuan Yayasan Supersemar dan Yayasan Dharmais bagi anak anak yatim dan terlantar untuk biaya sekolah mereka. Gubemur mengatakan, swadaya masyarakat Aceh untuk membangun mesjid tinggi sekali. Sekarang ini tercatat sekitar seribu mesjid yang dibangun dengan swadaya masyarakat. Tiap mesjid dibangun dengan biaya sekitar seratus juta rupiah. (LS)

 

 

Sumber: ANTARA (07/05/1987)

 

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 448-449.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: