Apr 212017
 

GAFUR: DIA ORANG GILA

Menteri Muda Urusan Pemuda Dr. Abdul Gafur, Sabtu pagi, mengatakan aksi yang dilakukan Bonar Panjaitan, mahasiswa Unpad, ketika berlangsungnya HUT ketiga GDPM (Grup Diskusi Pembangunan Mahasiswa) Bandung, sebagai gila dan kurang waras.

Bonar Panjaitan sewaktu beriangsung HUT GDPM, lumat malam, telah menyatakan di muka hadirin apa yang dibacakan dalam ikrar kebulatan tekad untuk mendukung dijadikannya Jenderal TNI (Purn) Soeharto sebagai Bapak Pembangunan dan sekaligus memilih kembali menjadi Presiden melalui Sidang MPR, adalah bohong.

Bonar tampil di tengah pengunjungnya yang kemudian diikuti oleh teriakan senada dari sementara mahasiswa, ikrar kebulatan tekad yang dibacakan dinilainya bohong karena tidak mencerminkan seluruh aspirasi mahasiswa Bandung.

Dengan suara Iantang Bonar menyebutkan, Dedy Komara yang ikut menandatangani ikrar tersebut sebagai pengkhianat. Bonar kemudian diamankan oleh petugas keamanan dan dibawa keluar ruangan.

Malam peringatan HUT GDPM dihadiri antara lain oleh Menteri Muda Urusan Pemuda, Gubernur lahar dan Ketua Umum AMPI Hatta Mustafa SH. Menteri Muda Gafur mengatakan kepada SH, aksi yang dilakukan Bonar adalah kurang waras, dia orang gila, sekolahnya juga pindah2, ujarnya dalam nada tenang.

Menurut Gafur, ada tiga watak alam pemikiran dan kegiatan mahasiswa yang berbeda antara dekade 60-70 dan 80-an. Dalam dekade 60-an kegiatan mahasiswa ditandai dengan demonstrasi yang terus menerus berlangsung dan berakhir ketika Malari sedangkan dalam dekade 70-an kegiatan dan aksi mahasiswa menjurus kekiri-kirian gejala seperti ini sekarang menurun sedangkan dalam dekade 80-an aksi mahasiswa ditandai dengan gejala baru melalui kelompok diskusi.

"Kegiatan kelompok diskusi inimerupakan langkah maju," ujar Menteri. Ia sependapat meskipun telah lahir kelompok2 diskusi di kalangan mahasiswa akan tetapi perbedaan pendapat merupakan hal yang normal, namun apa yang dilakukan Bonar Panjahitan adalah bersifat menghasut.

Ia menyebutkan soal seringnya mahasiswa2 Bandung ke Jakarta dan mengajnkan pendapat melalui lembaga legislatif adalah normal.

Gafur juga menganggap aksi pernyataan yang dilakukan GDPM untuk mendnkung dijadikannya Jenderal TNI (Purn) Soeharto sebagai bapak pembangunan dan Presiden dalam sidang MPR mendatang tidak mengatasnamakan orang lain kecuali kalangan mahasiswa Bandung itu sendiri. (DTS).

Bandung, Sinar Harapan

Sumber: SINAR HARAPAN (26/09/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 153-154.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: