EMPAT PENERBANGAN SWASTA NASIONAL LAYANI SINGAPURA

EMPAT PENERBANGAN SWASTA NASIONAL LAYANI SINGAPURA[1]

 

Jakarta, Antara

Ernpat penerbangan swasta nasional masing-rnasing Sernpati Air, Bouraq, Merpati NusantaraAirlines dan Mandala akan melayani penerbangan langsung antara Indonesia dan Singapura, kata Menparpostel JoopAve kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu.

“Jalur-jalurnya belurn ditentukan secara langsung, namun penerbangan itu akan menghubungkan Singapura secara langsung dengan kota-kota di Indonesia, misalnya Solo, Yogyakarta, Ujungpandang dan Lombok,” katanya.

Ia mengatakan, keputusan untuk melayani Singapura dengan kota-kota di Indo­nesia tidak diberikan kepada perusahaan penerbangan Garuda (GIA) karena GIA dianggap sudah cukup disibukkan oleh jalur-jalur penerbangannya selama ini.

Pernbukaan jalur penerbangan langsung tersebut telah disarnpaikan kepada Presiden Soeharto di Bina Graha, Sabtu pagi, oleh Menparpostel JoopAve, seusai mendampingi Menteri Perhubungan Singapura, Mah Bow Tan, rnenemui Kepala Negara.

Ia menjelaskan ide pernbukaan jalur penerbangan langsung itu merupakan tindak lanjut gagasan Presiden Soeharto kepada Menteri Luar Negeri Singapura, S Jaya kumar, Februari lalu, untuk meningkatkan keija sama pariwisata antara kedua negara.

“Menteri Perhubungan Singapura, Mah Bow Tan, adalah utusan khusus Perdana Menteri Singapura, Gob Chok Tong untuk rnenindaklanjuti gagasan Presiden Soeharto itu,” kata Joop Ave .

Selain pembukaan jalur penerbangan langsung antara kedua negara, peningkatan kerjasama pariwisata lndonesia-Singapura juga dilakukan dengan jalan membangun infrastruktur di Solo dan Yogyakarta serta mengembangkan kawasan wisata di pulau Lombok termasuk membangun bandar udara yang dapat menampung pesawat berbadan Iebar.

Solo-Yogya

Khusus untuk pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah, Joop Ave mengatakan, kelak Solo-Yogyakarta yang berjarak 60 kilometer akan dihubungkan dengan sebuah jalan tol. “Bila jalan tol sudah dibangun jarak tempuh kedua kota itu hanya sekitar 30 menit, seperti Jakarta-Ciawi sekarang,” katanya, dan menambahkan Singapura akan turut membiayai pembangunan jalan tol itu.

Menyangkut pengembangan kawasan wisata di pulau Lombok, Menparpostel mengatakan, modal yang dibutuhkan cukup besar, sekitar 500juta dolar AS (sekitar Rp1 triliun) dan sudah ada sepuluh calon investor yang berminat untuk menginvestasikan modalnya di pulau tersebut. Namun kesepuluh caJon tersebut menuntut tersedianya bandar udara yang dapat menampung pesawat berbadan Iebar. Menurut Joop Ave, usul itu sudah ditanggapi baik oleh pemerintah pusat maupun daerah, bahkan pemerintah daerah sudah menyiapkan tanah untuk pembangunan bandar udara tersebut.

Ia mengatakan juga, untuk mendukung peningkatan kerjasama pariwisata Indo­nesia-Singapura, pemerintah kedua negara akan mengajak pihak swastanya masing­-masing untuk bekerjasama.

Dalam rangka itu, sebelum pelaksanaan pertemuan Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Bali, pada November 1994, diharapkan Indonesia-Singapura sudah dapat menandatangani Memorandum Of Understanding (MOU) di bidang pariwisata.

Wisatawan Singapura yang datang ke Indonesia pada 1993 berjumlah 1.007.460 orang, naik 23,05 persen dari jumlah tahun 1992 sebesar 776.904 orang . Total wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada 1993 berjumlah 3,4 juta orang, dengan lama tinggal ll hari.

Wisman yang datang ke Singapura pada tahun lalu berjumlah enam juta orang, 20 persen di antaranya melanjutkan perjalanan ke Indonesia. Lama tinggal wisman di Singapura sekitar 3,5 hari. Namun, menurut Joop Ave, pengeluaran yang dilakukan ternyata lebih besar dibandingkan dengan yang dilakukan di Indonesia. (T-PE08/EU07/17:28/RE2/25/06/9419:30)

Sumber: ANTARA (25/06/1994)

___________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 734-735.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.