EDITORIAL: PRESIDEN KE SEATTLE

EDITORIAL: PRESIDEN KE SEATTLE[1]

 

Jakarta, Media Indonesia

Malam ini Presiden Soeharto dan rombongan meninggalkan Tanah Air menuju luar negeri, untuk mengunjungi tiga negara sampai 27 November 1993. Negara-negara yang dikunjungi Pak Harto adalah Tunisia, Amerika Serikat, dan Iran.

Dari tiga negara yang dilawati Pak Harto, makna kunjungan ke Seattle, lebih strategis dan proyektif dalam kaitannya dengan usaha menata kembali perekonornian dunia, karena, disini Presiden akan hadir dalam forum negara -negara anggota Ketjasama Ekonorni Asia Pasifik (APEC) .

Kunjungan ke Tunisia dan Teheran, lebih terfokus sebagai usaha membina hubungan bilateral antara Indonesia dengan Tunisia- Iran; mengingat dasar kunjungan adalah memenuhi undangan kepala pemerintahan kedua negara tersebut.

Dalam usaha meningkatkan hubungan bilateral seperti dikatakan Mensesneg Moerdiono, Presiden akan fokuskan pembicaraan yang terkait dengan permasalahan, perdagangan , karena di sektor iniketiga negara saling membutuhkan, terutama dalam usaha mencari pasar bagi produk masing-masing. Itu sebabnya dalam rombongan Pak Barto terdapat Menpen Tunky Ari Wibowo.

Di bidang politik, meskipun tidak ada persoalan antara Jakarta dan Tunisia atau Jakarta, dengan Teheran, namun dalam posisi Pak Harto sebagai Ketua Gerakan Non Blok yang menginginkan diefektifkann ya ketja sama Selatan-Selatan, betapa pun

kunjungan ini menjadi modal awalnya. Dalam kaitan itu fungsi Menlu Ali Alatas dan Dubes Nana Sutresna sebagai Ketua Pelaksana GNB yang mendampingi Presiden sangat potensial. Catatan khusus sepantasnya kita nukilkan tentang kehadiran Presiden dalam forum APEC. Di Seattle akan hadir banyak kepala pemerintahan Asia-Pasifik, sehingga sudah dipastikan akantetjadi pula pertemuan-pertemuan di luar ruang sidang.

Meskipun kita menyadari kawasan Asia Pasifik dalam kurun waktu 30 tahun belakangan ini di sektor ekonomi tumbuh secara cepat, namun harus diakui pengembangannya belum secara terpadu demi kepentingan negara-negaraAsia Pasifik. Tentunya dengan keberhasilan Masyarakat Eropa (ME) dan Western, European Union (WEU) dalam pembinaan ekonorni komprehensif antar negara-negara Eropa dan mengacu pula pada kemampuan kawasan Atlantik mengelola keamanan melalui NATO dan di sektor ekonomi melalui OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) betapa pun pertemuan APEC sangat penting dan relevansinya dengan masa depan terasa begitu dibutuhkan. Apalagi jika negara-negara Asia Pasifik menatap pula pada OAS (Organization of American States) dan Traktat Rio, bahkan kini akan bertambah lagi dengan hadirnya NAFTA (North American Free Trade Agreement).

APEC yang dibentuk pada tahun 1989, tetapi denyut napas petjalanan hidupnya terasa terengah-engah, berhadapan dengan berbagai situasi dan kondisi perekonornian dunia. Bayangkan, sistem perdagangan global saat inisedang tercekam mara bahaya. OECD mencatat, 20 dari 24 anggotanya terus meningkatkan proteksi perdagangannya. Konflik perdagangan pun meningkat seperti tergambar dalam telaah GATT. Demikian pula kecenderungan dunia mengarah ke regionalis, selain adanya gejala melepaskan diri dari risiko keterlibatan (disengagement) kawasan, mengkondisikan kehadiran Pak Harto di Seattle sangat penting.

Perekonomian di kawasan Asia Pasifik mutlak memerlukan penanganan secara khusus, karena di sini ada negara-negara raksasa seperti Jepang, RRC, dan AS. Indonesia sebagai negara terbesar ketiga penduduknya di kawasan ini jelas Indonesia bisa sangat berperan untuk mengefektifkan gerakan, menuju komunitas ekonorni Asia­ Pasifik, yang tidak terlepas dari kepentingan pembangunan dalam negeri. Dipastikan dunia akan selalu menghargai kenegaraan Pak Harto, bila beliau kita yakini mampu memperagakan sikap dasar bangsa seperti yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. Selamat berjuang Pak Harto.

Sumber:MEDIAINDONESIA(l3/11/1993)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XV (1993), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 273-274.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.