DUKA CITA PRESIDEN PADA KELUARGA KORBAN PESAWAT HERCULES TNI-AU

DUKA CITA PRESIDEN PADA KELUARGA KORBAN PESAWAT HERCULES TNI-AU

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto menyampaikan rasa duka cita sedalam-dalamnya kepada segenap keluarga korban pesawat Hercules TNI-AU yang jatuh di Jakarta hari Sabtu (6/10) dan mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan iman.

Rasa belasungkawa Kepala Negara itu disampaikan Mensesneg Moerdiono kepada pers di Jakarta, Minggu setelah berakhirnya acara berpamitan Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko yang akan kembali ke negaranya. Presiden mendoakan semoga arwah para prajuritABRI itu mendapat tempat yang sebaik-baiknya di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Moerdiono mengatakan Presiden Soeharto sampai Minggu pagi belum menerima laporan resmi sebab-sebab terjadinya kecelakaan pesawat Hercules milik TNI-AU yang jatuh di Condet Jakarta Timur, Sabtu sore menewaskan 132 orang.

Atas pertanyaan wartawan, Moerdiono mengatakan penelitian terhadap sebab musibah itu sedang dilaksanakan.

“Saya kira seperti lazimnya, penelitian terhadap sebab-sebab kecelakaan pesawat terbang memerlukan beberapa waktu,” kata Moerdiono.

Pesawat Hercules model C-130 TNI-AU dengan nomor seri A. 1324 mengalami kecelakaan di Condet beberapa saat setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah Jakarta sekitar pukul 13.00 Sabtu dalam penerbangan menuju Bandung.

Menurut siaran pers Puspen ABRI, pesawat yang mengalami musibah itu mengangkut sejumlah anggota Pasukan Khas (Paskhas) TNI-AU yang Sabtu pagi mengikuti upacara parade dan defile menyambut Hari ABRI ke-46 di lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta.

Akibat kecelakaan itu, selain 131 penumpang serta awak pesawat, juga seorang petugas Balai Latihan Kerja Departemen Tenaga Kerja yang pada saat itu tepat berada di tempat pesawat itu jatuh, juga tewas terbakar. Para korban kecelakaan tersebut Minggu sore dimakamkan di wilayah Cileduk Jakarta SeJatan.

 

 

Sumber : ANTARA (06/10/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal.718-719.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.