DUBES PERANCIS PIERRE GORCE: KUNJUNGAN PRESIDEN SOEHARTO SANGAT TEPAT WAKTUNYA

DUBES PERANCIS PIERRE GORCE:

KUNJUNGAN PRESIDEN SOEHARTO SANGAT TEPAT WAKTUNYA [1]

 

Jakarta, Angkatan Bersenjata

Kunjungan Presiden Soeharto ke Perancis saat ini sangat tepat waktunya dimana pertukaran pikiran antara kedua belah pihak akan merupakan landasan yang kuat untuk memperkokoh hubungan dan kerja sarna Indonesia-Perancis.

Demikian dinyatakan oleh Duta Besar Perancis untuk Indonesia Pierre Gorce dalam wawancara khusus dengan wartawan “Antara” Jumat malam. Dubes Gorce mengatakan “Saya yakin bahwa masalah2 yang dikemukakan oleh Presiden Soeharto dalam pertukaran pikiran nanti, lebih dimengerti dan dapat sambutan simpatik dari pihak Perancis”.

Presiden Soeharto dan rombongannya, menurut rencana akan tiba di Paris, ibu kota Perancis pada tanggal 13 Nopember sebagai negara pertama dalam kunjungan ke Eropah nanti.

Dubes Gorce menyatakan juga rasa kegembiraanya karena Presiden Soeharto akan memenuhi undangan Presiden Pompidou yang telah disampaikan sebelumnya oleh almarhum Presiden de Gaulle.

Tetapi karena situasi didalam negeri Perancis sendiri ketika itu, maka rencana yang sudah lama ini baru sekarang dapat dilakukan Namun demikian kata Dubes Perancis, kunjungan tsb saatnya dianggap sangat tepat, karena selain sehubungan dengan masalah2 bilateral mengenai kepentingan kedua negara, juga kunjungan itu dilakukan ditengah sengketa Vietnam, Laos dan Kamboja sekarang ini sedang berada diambang pintu penyelesaian.

Disamping itu untuk Perancis sendiri tahun 1972 ini lebih banyak mengenai lagi berbagai aspek di Indonesia khususnya dibidang ekonomi sejak Orde Baru lahir.

Indonesia Pegang Peranan Penting

Menurut Dubes Perancis, Indonesia karena posisinya, Potensi ekonominya dan jumlah manusianja memegang peranan penting untuk perdamaian di Asia.

Peranan itu merupakan dorongan jang baik terhadap perkembangan2 ekonomi dan sosial untuk perdamaian didaerah ini.

Dalam hubungan ini, Perancis menyokong sepenuhnya politik bebas aktif, kemerdekaan nasional dan netralisasi daerah Asia ini untuk perdamaian tanpa pakta2 militer.

Menurut dubes Gorce, dengan adanya saling pengertian dan kerja sama jang baik antara bangsa2 bisa dicapai perdamaian.

Perancis menyadari masalah2 yang dihadapi oleh negara2 berkembang, kepada negara2 mana didalam konperensi Unctad di New Delhi dan Santiago negara itu (Perancis) menyatakan kesediaannya untuk memberikan bantuan.

Dalam hal ini Perancis lebih condong kepada adanya kerja sama antara Masyarakat Ekonomi Eropah dan ASEAN.

Menyinggung soal peningkatan kerjasama dibidang kebudayaan dubes Perancis itu mengharapkan akan adanya lebih banyak pertukaran2 antara kedua belah pihak dibidang Perguruan Tinggi, mahasiswa, pengusaha, mass media dll di waktu mendatang.

Hubungan Ekonomi & Tehnologi

Berbagai acara yang berhubungan dgn ekonomi dan tehnologi akan menandai kunjungan Soeharto keenam negara Eropa Barat yang akan dimulai tgl 12 November yad.

Selama dua minggu Kepala Negara yang akan didampingi oleh sejumlah menteri Kabinet akan mengunjungi Perancis, Austria, Swiss, Belgia, Italia dan negara2 gerejani Vatikan dimana untuknya disamping acara2 yang bersifat protokoler telah dipersiapkan pula serentetan pertemuan baik dengan tokoh2 dunia usaha maupun organisasi2 internasional yang bergerak dibidang ekonomi dan tehnologi.

Kepala Negara yang akan disertai pula oleh istrinya nyonya Tien Soeharto, menurut rencana akan tiba kembali di Indonesia pada tanggal 26 November.

Jadwal Lengkap

Dalam perjalanan kunjungan Presiden Soeharto keenam negara di Eropa yang dimulai tanggal 12 November pagi akan melalui Bangkok dan Teheran, dan akan tinggal di Perancis antara tanggal 13 sampai 15 November.

Di Austria antara tgl 16 sampai 18 November, kemudian di Swiss antara tgl 18 sampai 20 November, di Belgia 21 sampai 23 November dan Vatikan 23 sampai 25 November 1972. (DTS)

Sumber: ANGKATAN BERSENJATA (09/11/1972)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 9-10.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: