Nov 302017
 

DUBES AUSTRALIA DAN BRUNEI PAMIT KEPADA PRESIDEN

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto Senin pagi berturut-turut menerima Dubes Australia Bill Morrison dan Dubes Brunei Pehin Dato Haji Badaruddin yang keduanya berpamitan sehubungan dengan telah selesainya tugas mereka di Indonesia.

“Saya mau pulang,” kata Bill Morrison dalam bahasa Indonesia yang cukup fasih ketika wartawan hendak minta keterangan dari dia di Bina Graha, Jakarta.

Bill Morison, yang bertugas di Indonesia sejak 15 Mei 1985 akan diganti oleh Philip Flood. Dubes Badaruddin bertugas sejak 6 September 1986, namun penggantinya belum diumumkan.

Dubes Bill Morrison dipandang Menlu Australia Gareth Evans cukup berhasil dalam meningkatkan hubungan antara Indonesia dengan Australia terutama setelah tahun 1986.

Penggantinya, Flood, adalah juga seorang pejabat senior Deplu Australia yang pernah ikut dalam perundingan masalah Timor Timur.

Para pengamat politik di Jakarta menilai penunjukkan Flood itu sebagai pertanda Australia ingin peningkatan kerjasama yang lebih konkrit antara kedua negara di masa­masa mendatang.

Gareth Evans ketika mengumumkan penunjukkan Flood (9/12) memang menyebutkan bahwa pemerintahnya berharap dapat mengkonsolidasikan hubungan dengan Indonesia melalui perluasan kerjasama dalam berbagai masalah yang konkrit.

Usul zona kerjasama di Celah Timor (Zone of Cooperation in the Timor Gap) merupakan salah satu prospek yang sangat menjanjikan dalam kerjasama bidang ekonomi yang saling menguntungkan, kata Evans.

Jakarta, ANTARA

Sumber : ANTARA (12/12/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 223.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: