Sep 292017
 

DUBES AS TTG PERTANGGUNGJAWAB RI BANTUAN AS

Jakarta, Antara

Pemerintah Amerika Serikat membantah buah laporan yang menyebutkan bahwa Indonesia tidak mampu mempertanggungjawabkan bantuan AS bernilai 26 juta dollar AS.

Duta Besar AS untuk Indonesia Paul Wolfowitz dan Direktur Badan Bantuan AS di Jakarta David Merril atas pertanyaan wartawan seusai diterirna Presiden Soeharto di Bina Graha Jakarta hari Sabtu menilai laporan dari Washington itu sebagai penafsiran akuntan yang berbeda.

Kantor Berita DPA mengutip laporan akuntan AS di Washington Kamis melaporkan bahwa Pemerintah Indonesia tidak dapat mempertanggungjawabkan bantuan AS bernilai 26 juta Dollar AS.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa para pejabat AS di Indonesia gagal memantau pendayagunaan dana tersebut. Laporan Kantor Akuntan Umum (GAO) yang dikutip DPA itu menyatakan bahwa Indonesia hanya menggunakan 75 persen dari bantuan AS yang disetujui antara tahun 1982/85.

Akan tetapi, Wolfowitz dan Merril menegaskan bahwa semua bantuan AS kepada Indonesia sudah dipertanggungjawabkan penggunaannya.

"Ini hanya menyangkut masalah perbedaan interpretasi di antara para akuntan," kata mereka.

Dalam hubungan tentang adanya perbedaan penafsiran pembukuan itu, Wolfowitz berpendapat bahwa suatu dana memang belum bisa dipertanggungjawabkan apabila belum habis dipergunakan karena masih masuk dalam anggaran yang berjalan.

”Tapi itu bukan berarti uang tersebut hilang," tandasnya.

Menurut laporan DPA Washington menyediakan sekitar 200 juta Dollar AS dalam bentuk bantuan pangan kepada Indonesia antara tahun 1982/86 "Ini hanya menyangkut beda interpretasi dalam prosedur-prosedur pembukuan. Karni sendiri

menilai semua bantuan kepada Indonesia sudah dipertanggungjawabkan," tambah Direktur Badan Bantuan AS di Jakarta David Merril yang mendampingi Wolfowitz ketika diterima Presiden. Wolfowitz dan Merril diterima Presiden Soeharto didampingi Kepala BKKBN Pusat Dr. Haryono Suyono. Mereka melaporkan kepada Kepala Negara bahwa tahun ini AS bisa meningkatkan bantuannya bagi program KB di Indonesia dalam bentuk hibah bernilai 35 juta dolar AS. Menurut Wolfowitz bantuan AS tahun ini kepada Indonesia seluruhnya meningkat lebih 100 juta dolar AS. "Ini bukan suatu keadaan normal karena di AS sendiri dewasa ini sebenamya sedang mengalarni tekanan-tekanan sangat berat di bidang anggaran. Tapi karena keadaan Indonesia dinilai khusus maka bantuan itu bisa diberikan."

Khusus tentang bantuan bagi program KB, David Merril menjelaskan bahwa AS mengganggapnya sebagai investasi, yang hasilnya berupa penghematan karena diperkirakan bisa membatasi angka kelahiran di Indnesia sekitar 73 juta orang sejak program KB dilaksanakan di negeri ini (tahun 1970) hingga akhir abad ini.

Sumber: ANTARA (12/09/1987)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 535-536.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: