Agu 072017
 

DALAM DUA UKURAN, MEDALI EMAS FAO, UNTUK PRESIDEN

Presiden Soeharto Senin pagi di Bina Graha menerima penghargaan medali emas FAO dari Dirjen FAO, Edouard Saouma, atas jasa-jasanya membawa Indonesia dari negara pengimpor beras menjadi swasambada.

Medali yang diserahkan itu dalam dua ukuran yang satu berukuran kecil dan lainnya lebih besar. Pada satu sisinya berukuran timbul wajah Kepala Negara dengan tulisan “Presiden Soeharto-Indonesia” dan pada sisi lainnya­bergambar seorang petani yang sedang menanam padi dengan tulisan “From Rice Importer to Self-Sufficiency”.

Kepada wartawan, Ditjen FAO Edouard Saouma mengatakan, pemberian medali tersebut barn pertama kali dilakukan FAO mewakili 158 negara anggotanya.

Pimpinan tertinggi organisasi pangan sedunia itu menyampaikan terima kasih kepada Presiden Soeharto atas pidato yang disampaikan pada sidang peringatan 40 tahun FAO di Roma bulan Nopember tahun lalu.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Soeharto atas undangan pemerintah Indonesia kepadanya guna menghadiri pertemuan kontak tani dan nelayan ke-6 tahun ini yang akan dipusatkan di desa Marihat Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Dalam kesempatan ini Dirjen FAO akan menerima bantuan pangan tahap pertama dari para petani Indonesia untuk rakyat Afrika yang sedang dilanda kekurangan pangan. Bantuan ini dijanjikan dalam sidang FAO di Roma lalu sebanyak 100.150 ton dan akan diserahkan dalam bentuk uang senilai Rp 17,5 milyar.

Menurut Edouard Saouma, uluran tangan dari para petani dan rakyat Indonesia untuk membantu saudara-saudaranya di negara lain yang menderita kelaparan seperti ini, baru pertama kali ia alami selama menjadi Dirjen FAO selama sepuluh tahun, maupun oleh para pejabat sebelumnya.

Bantuan tahap pertama yang akan diserahkan di Simalungun nanti, menurut Menteri Affandi, sekitar 4,5 juta dollar AS.

Bantuan Teknik

Menurut rencana, Rabu besok Edouard Saouma dan Menteri Pertanian Affandi akan menandatangani program bantuan teknik FAO untuk Indonesia. Bantuan teknik itu untuk perencanaan pengembangan strategis bagi usaha peningkatan ketrampilan para petani kecil dalam memproduksi hasil bumi.

Proyek yang ditandatangani itu bernilai 185.000 dollar AS.

Dengan itu maka bantuan teknik yang disediakan FAO kepada Indonesia sejak tahun 1976 seluruhnya telah bernilai 2.5 juta dollar AS. (RA)

 

 

Jakarta, Kompas

Sumber : KOMPAS (22/07/1986)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VIII (1985-1986), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 692-693.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: