DEVELOPER DIIMBAU GUNAKAN NAMA INDONESIA BAGI PROYEK PROPERTI

DEVELOPER DIIMBAU GUNAKAN NAMA INDONESIA BAGI

PROYEK PROPERTI[1]

 

 

Jakarta, Antara

Mensesneg Moerdiono mengimbau para developer agar menggunakan nama atau istilah Indonesia bagi proyek-proyek properti agar masyarakat tetap menghargai bahasa Indonesia.

“Saya minta para developer menggunakan nama Indonesia , namun  tetap komersial. Untuk itu mungkin Real Estate Indonesia sebaiknya bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Bahasa,”katanya pada pemancangan tiang pertama apartemen Jakarta Golf Village (JGV) dan pembangunan rumah susun sederhana tahap II milik Perum Perumnas, di kawasan Kemayoran, Jakarta, Rabu.

Hadir pada acara itu antara lain Menpera Akbar Tandjung dan Wagub DKl bidang Ekonomi dan Pembangunan, Tb Rais. Moerdiono yang juga Ketua Badan Pengelola Kompleks Kemayoran (BPKK) mengatakan suatu hal yang patut dipikirkan dan dicarikan jalan keluarnya. Sementara itu Sudwikatmono, atas nama PT. Megacity Development Corpora­tion (PT. MDC), developer JGV, mengatakan pihaknya menyetujui imbauan Mensesneg dan Menpera Akbar Tandjung. Lebib jauh, Moerdiono mengatakan di atas laban seluas 460 bektar bekas Bandara Kemayoran itu akan dibangun pemukiman dengan konsep hunian berimbang 1:3:6 (satu rumah mewah berbanding tiga rumah menengah berbanding enam rumah sederhana).

“Konsep hunian berimbang sudab menjadi kebijakan nasional, jadi harus dilaksanakan oleb setiap developer,” katanya.

Sementara Akbar Tandjung, yang juga Wakil Ketua I BPKK menambabkan pemerintab sedang menyusun sanksi bagi developer yang tidak melaksanakan konsep tersebut. Sebanyak 33 persen dari laban seluas 460 ba itu, diperuntukkan bagi kawasan perumaban, baik kelas bawab, menengab maupun atas. Sebanyak 30 persen dari lahan yang diperuntukkan bagi perumaban itu, dialokasikan bagi pembangunan rumah sederbana dalam bentuk rumah susun (rusun) sederhana.

Saat ini perumahan yang dibangun di kawasan Kemayoran terdiri atas kelas menengah ke bawab (pembangunan rusun sederhana oleh Perum Perumnas) dan kelas menengab ke atas oleh JGV.

Perum Perumnas

Dirut Perum Perumnas, Srijono, pada kesempatan yang sama mengatakan pembangunan tabap II rusun sederhana di kawasan Kemayoran di atas laban seluas 3,6 ha, terdiri atas 704 unit dan pembangunannya dibarapkan rampung pada akhir 1995. Rusun sederhana tabap I, yang diresmikan Presiden Soeharto tahun 1991, terdiri atas 1.472 unit Ia juga mengatakan, dalam jangka panjang BUMN Departemen Pekerjaan Umum itu, merencanakan membangun 8.000 unit rusun sederbana di Kota Barn Bandar Kemayoran ,di atas laban seluas 30 ha. Menurut Srijono, seluruh rusun tersebut diprioritaskan bagi warga masyarakat Kemayoran, yang terkena proyek peremajaan kota. Selain rusun, lahan 30 ha itu juga akan dilengkapi dengan berbagai sarana seperti sarana komersial, sosial serta berbagai fasilitas penunjang seperti listrik, air minurn dan saluran gas.

JGV

Sementara perumahan kelas menengah ke atas di Kota Baru bandar Kemayoran, diwakili oleh apartemen Jakarta Golf Village (JGV), yang dibangun di atas laban seluas 24 hektar. JGV yang terdiri atas 31 “tower” dengan total 8.700 unit apartemen, diperuntukkan bagi orang Indonesia maupun asing. Apartemen yang dibangun oleh konsorsium PT. MDC (Napan Group, Gajah Tunggal Group dan Amcol Group), menelan investasi Rp1,5 triliun, 35 persen diantaranya merupakan “equity” konsorsium dan sisanya diperoleh dari sindikasi bank, baik asing maupun lokal. Direktur PT. MDC, Johnny Farid Ma’roef, mengatakan proyekJGV seluruhnya berdiri di atas lahan seluas 46,5 ha. Sebanyak 24 ha untuk apartemen dan 22,5 ha untuk padang golf. Namun, proyek padang golf serta berbagai fasilitas lainnya seperti pusat perbelanjaan, hotel, serta pusat kebugaran, akan dibangun dan dikelola sepenuhnya oleh BPKK serta Direksi Pengendali Proyek Pembangunan Kompleks Kemayoran (DP3KK).

“Kami hanya membantu BPKK dan DP3KK membangun Kota Baru Bandar Kemayoran, melalui pembangunan apartemen. Tetapi fasilitas laiimya akan dibangun sendiri oleh BPKK serta DP3KK,” kata Ma’roef.

Dijelaskannya, untuk pembangunan hotel berbintang tiga di kawasan tersebut, pihak PT. MDC, BPKK dan DP3KK, tengah mengadakan tender. Sedikitnya sudah enam perusahaan asing, baik perusahaan perhotelan maupun perusahaan manajemen properti, yang sudah menyatakan minatnya terhadap proyek tersebut. (T.PE08/ 14:40/EU06/ 14/ 12/94 14:54/ru2).

Sumber:ANTARA(14 /12/1994)

____________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 784-786.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: