DENGAN ATAU TANPA BANTUAN LN PROGRAM REBOISASI JALAN TERUS

DENGAN ATAU TANPA BANTUAN LN PROGRAM REBOISASI JALAN TERUS

 

 

Bonn, Suara Pembaruan

KANSELIR REPUBLIK Fideral Jerman, Dr. Helmut Kohl Kamis siang mengemukakan, pemerintah Jerman berkeinginan untuk turut ambil bagian dalam memelihara hutan tropis Indonesia yang merupakan salah satu kawasan hutan tropis terbesar di dunia sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik dan dilestarikan.

Hal tersebut dikemukakan Kanselir Helmut Kohl pada jamuan makan siang menghonnati Presiden Soeharto yang berkunjung ke Jennan atas undangan Presiden Jennan Dr. Richard von Weizsacker di Halais Scawnburg.

Wartawan Pembaruan Petrus Suryadi, melaporkan dari Bonn, Jum’at pagi, Jerman menyatakan keinginan tersebut dengan alasan bahwa sudah seyogianya kalau kita mulai menghadapi secara lebih mantap salah satu tantangan terbesar pada masa sekarang ini yaitu terancamnya alam dan sumber hidup di seluruh dunia.

Sementara itu Menlu RI Ali Alatas dalam konferensi persnya di Wisma Petersburg Kamis petang atas pertanyaan Pembaruan mengemukakan Indonesia. berharap dapat membuat semacam rumusan bersama yang di tuangkan dalam pernyataan bersama berisikan ketjasama Jerman dalam hal perlindungan lingkungan di mana masalah lingkungan merupakan masalah penting dalam pembangunan.

”Pernyataan bersama itu sedang dalam proses penyelesaian akhir yang diharapkan siap pada akhir kunjungan kenegaraan ini” kata Menlu Alatas.

Menlu Ali Alatas mengatakan, tidak dapat diragukan bahwa pertama masalah tentang pembangunan yang berkesinambungan haruslah berwawasan lingkungan. “Apapun permasalahannya saat ini, masalah lingkungan tidak dapat dipisahkan dengan masalah pembangunan.”

 

 

Bukan Soal Baru

Yang kedua, kata Menlu Alatas, meskipun masalah lingkungan akhir-akhir ini sering menjadi pembicaraan, bagi Indonesia soal lingkungan bukanlah suatu hal yang baru. “Indonesia sejak beberapa tahun telah merniliki Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup. Hal ini menunjukkan betapa Indonesia memberikan perhatian yang lebih penting terhadap masalah kependudukan dan lingkungan hidup,” katanya.

Menurut Menlu Alatas, dalam soal perhatian terhadap masalah lingkungan sebenarnya Indonesia sudah jauh lebih maju dibandingkan negara lain. Kita memiliki kantor yang menangani soal lingkungan dengan menterinya Emil Salim dan di samping itu Indonesia juga telah memiliki Undang-undang Lingkungan.

“Di Indonesia, tidak mungkin mendirikan suatu proyek industri tanpa melakukan analisa dampak lingkungan (AMDAL). Dan kantor KLH setelah adanya AMDAL baru bias memberikan lampu hijau,” kata Ali Alatas.

Ditambahkan, Indonesia menyambut baik adanya pendekatan bersama RI­Jerman yang menyebutk:an bahwa soal lingkungan hidup adalah persoalan global yang harus ditangani secara global.

 

 

Dengan Atau Tanpa Bantuan

Ketiga, soal lingkungan hidup initidak bisa dijadikan persyaratan baru dalam suatu kerja sama ekonomi di mana soal proteksionisme soal tarif dan non tariff jangan dikaitkan dengan soal lingkungan. Bahkan negara-negara maju meminta suatu persyaratan tertentu dalam permohonan bantuan.

“Indonesia telah mengeluarkan dana sebesar 300 juta dolar AS untuk dana reboisasi. Dan program reboisasi ini selesai dalam waktu 30 tahun. Kepada negara maju kita katakan pada mereka, dengan atau tanpa bantuan negara maju program reboisasi akan terus dilaksanakan. Dan jika ada bantuan dari negara maju maka masa penyelesaian program ini bisa 15 atau 10 tahun lebih cepat. Dan dalam hal ini kita tidak mengatakan bahwa kita tidak akan melakukan apa-pun kalau tidak diberi bantuan,” kata Menlu RI.

Ditambahkan, bagaimanapun Indonesia telah menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia sudah berbuat sesuatu dalam perlindungan hutan. Jennan akan memprioritaskan kelja sama di bidang teknologi lingkungan hidup dengan pihak RI mengingat bahwa soal lingkungan hidup di dunia kini semakin bertambah penting.

Indonesia Jerman saat ini telah terlibat dalam pembicaraan tahap awal untuk bisa menjalin kerja sama teknologi lingkungan hidup. Tawaran kerja sama dari pihak Jerman ini antara lain seperti teknologi pembuangan limbah industri dan metode pemanfaatan sumber daya hutan secara efisien. Dan tawaran Jerman ini tujuannya adalah untuk meringankan beban Indonesia di bidang lingkungan hidup.

 

 

Sumber : SUARA PEMBARUAN (05/07/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 657-659.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.