CIVIC MISSION ABRI TURUT DALAM RENTJANA PEMBANGUNAN 5 TAHUN

CIVIC MISSION ABRI TURUT DALAM RENTJANA PEMBANGUNAN 5 TAHUN [1]

 

Djakarta, Berita Yudha

Civic mission ABRI dalam pola dasar rentjana pembangunan lima tahun akan turut aktip, baik dalam penggunaan tenaga maupun alat2nja.

Prof. Widjojo Nitisastro ketua Bappenas dalam pendjelasannja mengenai pola dasar rentjana pembangunan lima tahun jang akan diadjukan pemerintah kepada MPRS untuk dibahas dikatakan bahwa rentjana dalam bidang Hankam djuga dititik beratkan kepada peningkatan produksi pangan.

Dalam hal ini maka civic mission ABRI akan turut serta, terutama dalam pelaksanaan pembangunan pra-sarana dan ekstensifIkasi areal persawahan di daerah pasang surut.

Didjelaskan pula bahwa pembangunan bidang Hankam. Dilakukan pada pemeliharaan kekuatan minimal sesuai dgn konsep strategi Hankam serta dalam batas kemampuan biaja. Selandjutnja dilaksanakan integrasi ABRI jang merupakan alat kekuatan jang kompak dan efisien. Dan melakukan kegiatan pengamanan dalam bidang usaha dan kegiatan bidang pembangunan.

Selandjutnja Prof. Widjojo telah mendjelaskan setjara lebar mengenai pola dasar rentjana pembangunan lima tahun ini jang menitik beratkan atau mengutamakan pada peningkatan produksi pangan, jang berarti atau mempunjai pengaruh langsung kepada penambahan lapangan dan kesempatan kerdja, peningkatan penghasilan masjarakat, perbaikan keadaan sosial dan taraf penghidupan masjarakat.

Didjelaskan bahwa rentjana lima tahun ini dituangkan dalam rentjana tahunan, jang harus tertjermin dalam APBN, dan pelaksanaan serta penjusunannja dilakukan bersama antara pemerintah dengan DPR-GR. Untuk pelaksanaan ini maka semua kebidjaksanaan harus mentjerminkan dan disesuaikan dengan rentjana lima tahun ini.

Selain itu tiap tahun diadakan penindjauan dan penelitian terhadap apa jg telah dilakukan untuk itu pula maka rentjana lima tahun dilaksanakan flexibilitas dan program jang teliti, dan sumber2 negara dari dalam dan luar negeri harus ditingkatkan.

Didjelaskan pula bahwa Pembangunan Nasional ini diperintji menurut daerah, sehingga tiap daerah tahu apa jg harus dikerdjakan didaerahnja sesuai dengan sumber2 jang ada di daerah, dengan demikian maka terdapat kemungkinan perkembangan bagi tiap daerah, dan tiap2 daerah djuga melaksanakan pembangunannja jang merupakan bagian dari keseluruhan pembangunan nasional.

Mengenai Irian Barat diberikan perhatian chusus terutama dalam bidang social dilakukan perentjanaan chusus.

Demikian Pof. Widjojo Nitisastro Ketua Bappenas. (DTS)

Sumber: BERITA YUDHA (01/03/1968)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 119.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: