HM Soeharto dalam berita

CACAD JASMANI BUKAN HAL YANG AIB

PRESIDEN: CACAD JASMANI BUKAN HAL YANG AIB [1]

Semarang, Antara

Presiden Soeharto menandaskan cacad jasmani sama sekali bukan hal yang aib, lebih2 cacad jasmani karena memperjuangkan apa yang dianggap luhur, yaitu kemerdekaan nasional dan harga diri bangsa.

Penandasan Presiden itu dikemukakan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wapangab Jendral TNI Soeroso pada pembukaan musyawarah nasional Korps Cacad Veteran Republik Indonesia di Semarang hari Senin.

“Memang, secara jasmani saudara2 telah cacad, tetapi saya tahu, secara rokhani saudara2 sama sekali tidak cacad malahan mungkin jauh lebih kuat dari mereka yang lain yang tidak cacad”, kata Presiden.

Presiden mengatakan, dalam memperjuangkan cita2, maka mereka yang cacad jasmani tetapi kuat rokhaninya, jauh lebih mulia dan jauh lebih penting dari mereka yang utuh jasmaninya tetapi cacad rokhaninya.

Karena itu, demikian Presiden,

“saya percaya saudara2 semua memandang masa depan penuh dengan kepercayaan dan kebanggaan. Malahan saudara2 semua dapat menjadi peringatan bagi mereka yang cacad rokhani, bagi mereka yang lupa terhadap kemurnian cita2 perjuangan untuk kembali pada jalan lurus cita2 perjuangan itu”.

“Cita2 perjuangan kita ialah untuk membangun kehidupan lahir batin yang makin baik, untuk membangun masyarakat adil dan makmur berdasarkan pancasila,” demikian Presiden.

Pembangunan

Tentang pembangunan, presiden mengingatkan kembali beberapa kenyataan.

“Kita banyak mencapai kemajuan2 dalam melaksanakan pembangunan itu, baik pembangunan politik, pembangunan ekonomi maupun pembangunan sosial”, kata Presiden.

Dilapangan politik, terus diusahakan menyehatkan kehidupan demokrasi dan memperkuat pelaksanaan konstitusi. Kekuatan2 sosial politik yang telah dapat menyederhanakan diri menjadi dua partai politik satu golongan karya yang hak hidupnya dijamin undang2. Itu, merupakan salah satu hasil pembangunan politik kita, kata Presiden.

Dua kali pemilihan umum dalam masa orde baru yang telah berjalan dengan selamat dan tetap mempersatukan bangsa Indonesia, juga merupakan hasil pembangunan politik tadi.

Tahun depan Majelis Permusyawaratan Rakyat akan bersidang. Menilai pertanggungjawaban Presiden/Mandataris, menetapkan garis-garis besar haluan negara dan memilih Presiden selaku mandataris yang akan melaksanakan ketetapan2 Majelis Permusyawaratan Rakyat katanya.

Dalam sidang majelis Permusyawaratan Rakyat tahun depan itu, maka siklus mekanisme kepemimpinan nasional yang berjalan secara demokratis dan konstitusionil akan berlangsung dengan bulat dan tuntas.

Karena itu, sidang MPR tahun depan sungguh2 sangat penting artinya, dalam rangka menegakkan kehidupan demokrasi dan konstitusi. Untuk itu,

“kita semua harus berjuang sekeras-kerasnya agar sidang itu berjalan lancar dan berhasil baik”, katanya.

Ekonomi

Di lapangan ekonomi, kemajuan2 besar juga telah dicapai, stabilitas ekonomi dapat dikendalikan, sehingga kehidupan rakyat lebih tenang dan pembangunan dapat terus digerakkan, keuangan negara bertambah baik.

Pembangunan bermunculan di mana2, yang besar maupun yang kecil, yang dikerjakan oleh negara atau swasta maupun yang diketjakan oleh masyarakat sendiri. Menyebar di kota2 besar dan kota2 kecil sampai ke semua desa.

Orientasi pembangunan Indonesia, menurut Presiden, tetap tertuju kepada rakyat banyak, antara lain tampak dari kenyataan, sebagian besar anggaran pembangunan negara tercurah kepada pembangunan pertanian, irigasi, prasarana, daerah, desa, sekolah2 dasar dan sebagainya.

Dilain pihak, masih dirasakan adanya kekurangan, ketidak-berhasilan dan penyimpangan2 disana-sini. Semua kekurangan ini tidak boleh menutup mata akan hasil2 baik yang telah dicapai selama ini. Dengan menyadari kekurangan-kekurangan tadi, harus mendorong semua pihak untuk terus mengadakan perbaikan.

“Yang bengkok kita luruskan, yang belum baik kita buat menjadi baik, yang sudah baik kita buat lebih baik lagi, yang lupa kita ingatkan dan yang salah kita tindak”, katanya.

Perbedaan Pendapat

Tentang perbedaan pendapat dan rasa tidak puas, menurut Presiden Soeharto, harus disalurkan melalui jalan2 yang demokratis, konstitusionil dan dibenarkan hukum. Tanpa itu, perbedaan pendapat dapat menjadi awal bencana kekacauan dan perpecahan bangsa, bangsa yang dewasa, ialah bangsa yang mampu menyelesaikan perbedaan pendapat dengan jalan demokratis dan konstitusionil, cara2 lain hanya akan menjerumuskan bangsa kejurang kehancurannya sendiri.

Karena itu, menegakkan demokratis dan konstitusionil ini harus ditumbuhkan menjadi kebudayaan politik Indonesia. Harus di emban bersama dengan rasa tanggung jawab yang besar oleh MPR, Presiden, DPR, Partai2 Politik dan Golongan Karya, boleh kekuatan2 sosial.

“Pendeknya oleh kita semua tanpa kecuali”, Presiden menegaskan.

”Tentu saja, Korps Cacad Veteran juga harus terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan anggota2nya. Dari tempat ini saya ajak semua aparatur pemerintah baik di pusat maupun di daerah, semua lapisan masyarakat untuk menyertai usaha Korps Cacad Veteran Republik Indonesia dalam meningkatkan kesejahteraan para anggotanya”, demikian Presiden.

Peserta

Musyawarah nasional Korps Cacad Veteran RI ke VII di Semarang yang berlangsung dari Senin (28/11) sampai Jum’at (2/12) itu dibuka Wapangab Jenderal TNI Soerono.

Musyawarah ini berthema

“melestarikan hasil2 perjuangan organisasi danaspirasi Cacad Veteran untuk diabdikan terus kepada pembangunan negara dan bangsa”.

Sebanyak 219 orang utusan dari seluruh Indonesia mengikuti musyawarah ini. (DTS)

Sumber: ANTARA (29/11/1977)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 609-611.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: