Mei 072018
 

BUSH MINTA MAAF KEPADA PAK HARTO

 

 

New York, Media Indonesia

Presiden AS George Bush menyampaikan permintaan maaf karena tidak dapat bertemu dengan Presiden Soeharto selama berada di New York sehubungan dengan kesibukannya menyiapkan pemilihan Presiden tujuh minggu lagi.

Permintaan maaf tersebut, menurut Mensesneg Moerdiono, disampaikan Presiden Bush melalui pembicaraan telepon pada pukul 14.20 waktu setempat langsung dari Gedung Putih ke tempat menginap Kepala Negara di Hotel Waldorf Tower, Kamar 41.

“Pembicaraan itu sendiri berlangsung lebih kurang 12 menit,” kata Mensesneg, sebagaimana dilaporkan wartawan Media, Retno Indarti dan Muchlis Hasyim dari New York semalam.

Presiden, kata Moerdiono sangat memahami kesibukan yang dihadapi Presiden Bush akhir-akhir ini. Karena itu, katanya Pak Harto tidak ingin men desakkan pertemuan dengan PresidenAS itu.

“Presiden Bush sebelumnya telah menulis surat kepada Presiden Soeharto menyampaikan selamat atas suksesnya KTT GNB di Jakarta sekaligus terpilihnya Indonesia sebagai Ketua Gerakan itu,” katanya.

Menurut Mensesneg Pak Harto telah membalas surat itu sekaligus menjelaskan hasil-hasil KTT GNB X langkah apa yang akan diambil Indonesia dalam melaksanakan keputusan KTT tersebut. Untuk itu, tuturnya, Presiden juga mengharapkan tanggapan dan pandangan positif AS terhadap langkah-langkah yang diambil oleh GNB dan keputusan yang dihasilkan di Jakarta.

Masalah lain yang dibicarakan dalam percakapan melalui telepon tersebut, ungkap Mensesneg, adalah mengenai North America Free Trade Arrangement (NAFTA)- kerjasama perdagangan yang meliputi AS, Kanada, Meksiko, Presiden Bush, katanya menjelaskan kepada Pak Harto bahwa adanya kerjasama itu tidak berarti tertutupnya pintu bagi hubungan perdagangan dengan negara-negara atau wilayah di kawasan lain.

Kerjasama itu, katanya, menurut Bush justru bertujuan konstruktif dan karena itu diharapkan jangan sampai muncul salah pengertian.

Selain melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Bush, sebelum berpidato di depan Sidang Majelis Umum PBB, Pak Harto melakukan pertemuan dengan Sekjen PBB Boutros-Boutros Ghali. Dan sesudahnya di Hotel Wardorl Tower Pak Harto bertemu dengan Presiden Mongolia Punsalmaagiin Ochirbat, Presiden Latvia Anatolijs Gorbunovs, Presiden Djibouti Hassan Gouled Aptidon dan Perdana Menteri Selandia Barn Jim Bolger.

Dalam pertemuan dengan Sekjen PBB, kata Mensesneg, Presiden menekankan kembali pokok-pokok hasil KTT GNB sekaligus menekankan pentingnya anggota GNB meningkatkan kerjasama Selatan-Selatan.

Sementara Presiden Latvia menawarkan kepada Indonesia untuk memanfaatkan pelabuhan Latvia yang terletak di Laut Baltik untuk meningkatkan perdagangan yang lebih luas ke wilayah Eropa.

Sedangkan dalam pertemuan dengan PM Selandia Baru, negara itu meminta dukungan Indonesia agar mereka memperoleh kursi dalam DK PBB. “Presiden menyatakan bahwa Indonesia mendukung keinginan tersebut,” ujar Moerdiono.

Selama di New York Presiden akan mengadakan pertemuan dengan sekitar 400 pengusaha Amerika yang diselenggarakan oleh The AS-ASEAN Council dan didukung The As ia Society serta The American-indonesian Chamber of Commerce. Sebelumnya, Presiden Soeharto sudah bertemu dengan 30 pengusaha terkemuka AS dalam sebuah resepsi terbatas.

 

 

Sumber : MEDIA INDONESIA (26/09/1992)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIV (1992), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 320-321.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: