BUKU PROF WILSON PERJELAS SOSOK INDONESIA DI DUNIA

BUKU PROF WILSON PERJELAS SOSOK INDONESIA DI DUNIA

 

 

Bandung, Suara Karya

Buku “The Long Journey from Turmoil to Self Sufficiency” bukan karya ilmiah. Buah tangan Dr. Donald Wilson ini lebih merupakan kesan dan pandangan seorang asing terhadap sosok pembangunan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto. Meski masih banyak memiliki kelemahan, buku tersebut sangat berguna sebagai sarana untuk memperjelas keadaan Indonesia di dunia internasional.

Demikian kesimpulan yang dapat ditarik dari ceramah dan tanya jawab Dr. Donald Wilson dengan sejumlah intelektual Bandung, Kamis, di Hotel Preanger Bandung. Dihadiri sekitar 25 undangan, acara tersebut merupakan bagian kegiatan promosi buku “The Long Journey from Turmoil to Self Sufficiency” yang baru diterbitkan pekan ini.

Donald Wilson, Rektor Universitas Pittsburg (AS), mengakui bahwa buku tadi tak dia tulis sebagai karya ilmiah. Semata agar dapat dibaca oleh berbagai kalangan, baik di dalam maupun luar negeri, “The Long Journey” ditulis sebagai ungkapan kesan dan kecintaan Wilson terhadap Indonesia. Dalam hubungan ini, lelaki kelahiran tahun 1938 itu mengaku menaruh kekaguman terhadap pribadi Presiden Soeharto.

 

Stategis

Dalam pandangan Wilson, Soeharto sangat berhasil mendongkrak kemajuan pembangunan Indonesia. Dengan gaya kepemimpinannya yang dilukiskan hati-hati serta lebih menekankan diri pada suatu proses, keputusan-keputusan Soeharto meletakkan landasan pembangunan banyak bermakna strategis. Seperti kebijaksanaan pembangunan pertanian, menurut Wilson, itu merupakan pijakan sangat strategis dalam menopang pembentukan kerangka ekonomi Indonesia.

Meski diupayakan ditulis secara obyektif, Wilson tidak mengingkari kalau buku “The Long Journey” mengandung unsur subyektif. Namun demikian ahli sejarah dan komunikasi itu berkeyakinan bahwa buku tadi bisa menumbuhkan persepsi positif tentang aspek Indonesia, khususnya di luar negeri.

Namun beberapa peserta diskusi itu kurang sependapat. Sebab “The Long Journey” tidak cukup menggambarkan sosok Indonesia dalam berbagai sisi baik positif maupun negatif “Misalkan bagaimana jiwa bang sa Indonesia itu sebenarna, sehingga kita mampu berswasembada pangan. Menilik daftar isi buku ini, tampaknya hal tersebut tak terjelaskan,” ujar seorang mahasiswa.

Peserta lain menambahkan, “The Long Journey” lebih bertutur tentang keberhasilan Presiden Soeharto menggelindingkan pembangunan. Itu memang tidak boleh, tapi akan baik bila Wilson juga menggambarkan kendala yang ada. Ini penting diungkapkan dan dikupas mendalam terutama sebagai bekal bangsa Indonesia dalam menyongsong masa depan.

 

 

Sumber : SUARA KARYA (15/06/1990)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XII (1990), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 523-525.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.