BERHASIL TIDAKNYA KB PENGARUHI MASA DEPAN BANGSA

BERHASIL TIDAKNYA KB PENGARUHI MASA DEPAN BANGSA

Presiden Beri Penghargaan Peserta KB Lestari:

Masa depan bangsa Indonesia sangat dipengaruhi oleh keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan program keluarga berencana (KB), Presiden Soeharto menandaskan, Rabu pagi, di Istana Negara pada upacara penyematan lencana dan penyerahan piagam penghargaan bagi peserta KB lestari.

Mereka yang mendapat penghargaan berjumlah 254 pasang suami istri yang berasal dari setiap kabupaten di seluruh Indonesia, terdiri dari 10 dan 16 tahun yang mewakili rekan-rekan mereka yang seluruhnya tercatat 98.252 pasangan usia subur. Pada kesempatan itu Presiden menyematkan lencana dan menyerahkan piagam

KB lestari kepada dua pasang suami isteri, sedangkan lencana lainnya secara serempak disematkan oleh suami masing-masing.

Tampaknya peserta KB lestari yang datang ke Istana Negara tersebut berasal dari semua lapisan masyarakat, baik petani, pedagang, karyawan nelayan maupun pengrajin.

Di antaranya terdapat pula pasangan pasangan yang memakai baju daerah masing-masing, bahkan ada pula yang memakai sandal maupun sepatu yang kelihatan terlalu besar dan ada lagi yang kelewat kecil, tapi semuanya masih baru.

Melanjutkan amanatnya Kepala Negara mengemukakan bahwa keberhasilan atau kegagalan program keluarga berencana akan sangat pula menentukan keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan pembangunan.

"Sebab, program keluarga berencana sangat erat kaitannya dengan masalah kependudukan yang merupakan salah satu masalah pokok pembangunan kita," katanya.

Menurut Presiden, masalah kependudukan yang dihadapi saat ini adalah jumlah penduduk yang besar disertai tingkat pertumbuhan yang tinggi, penyebaran yang, tidak merata dan muda.

Presiden mengakui bahwa Indonesia adalah negara yang paling berhasil melaksanakan program KB, sehingga mendapat pengakuan internasional.

Sebagai contoh Presiden menunjuk, dewasa ini 4 dari 10 pasangan usia subur (PUS) telah melaksanakan KB secara aktif.

Di Jawa dan Bali angkanya lebih baik lagi, karena separuh dari PUS telah aktif dalam program ini.

Walaupun demikian, menurut Presiden, bangsa Indonesia tidak boleh lengah, sehingga kemudian mengendurkan usaha pengendalian penduduk.

Dikatakan, angka kelahiran sekarang ini sekitar 3,5 persen setahun, berarti setiap tahun lahir tidak kurang dari 5 ¼ juta bayi atau rata-rata lahir lebih dari 14.300 bayi sehari.

Jumlah bayi yang lahir tadi, bagi Presiden, masih sangat besar, sebab hampir sama besar dengan seluruh penduduk Jakarta, malah lebih besar dari seluruh penduduk beberapa negara lain.

Semua inihendaknya terus menyadarkan kita bahwa program keluarga berencana masih harus kita galakkan lagi, katanya.

Seusai acara di Istana Negara paska peserta KB lestari, beberapa pejabat tinggi, korps diplomatik para gubemur dari masing-masing propinsi kemudian dijamu oleh Presiden dan Nyonya Tien Soeharto di Taman Mini Indonesia Indah.

Saya anjurkan pada ibu-ibu dan bapak-bapak para peserta keluarga berencana lestari untuk mengajak masyarakat sekelilingnya, para tetangga, kenalan dan masyarakat umumnya yang belum berkeluarga berencana, agar turut keluarga berencana, demikian pesan Nyonya Tien Soeharto pada acara tersebut. (RA)

Jakarta, Merdeka

Sumber : MERDEKA (22/04/1982)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 1148-1149.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: