Jan 042017
 

BELUM ADA HUBUNGAN DARI AS [1]

 

Jakarta, Kompas

Suatu pertemuan antara Presiden Soeharto dengan Presiden AS Gerald Ford mungkin saja dapat diadakan. Tapi sampai sekarang belum dilakukan pendekatan atau permintaan dari pihak AS. Demikian, Menteri Negara Sesneg Sudharmono menjawab pertanyaan pers di Cendana hari Sabtu sehubungan adanya berita mengenai keinginan Presiden Ford menemui para pemimpin Asia, termasuk RI.

“Hubungan belum ada, dan pertemuan semacam itu jelas memerlukan persiapan,” katanya.

Menlu Adam Malik kepada pers, Sabtu petang hanya berkomentar sepintas mengenai berita itu. Katanya, kalau memang mau ketemu boleh saja. Tapi hal itu tentunya hanya untuk omong-omong saja. Yang penting dalam menghadapi perkembangan masa depan, lebih baik jika negara-negara Asia Tenggara berdiri di atas dasar ASEAN sendiri dan tidak perlu bergantung pada siapapun. Menilai isi pidato Ford itu, Adam Malik menyatakan bahwa pidato itu ternyata tidak mengandung hal-­hal baru.

“Yang penting bukanlah keinginan-keinginan saja, tapi harus berupa tindakan nyata,” ujarnya.

Dalam pidatonya Kamis malam, di Kongres AS, Ford antara lain mengemukakan niatnya untuk bertemu dengan para pemimpin Australia, Selandia Baru, Singapura, Jepang, Indonesia dan negara-negara Asia lainnya. Menurut Ford, pertemuan itu dimaksudkan untuk “memberikan jaminan kepada mereka, bahwa AS akan tetap menjadi sahabat mereka”, terutama setelah timbulnya perkembangan di Indonesia yang telah menggelisahkan banyak negara-negara Asia yang bersahabat dengan AS. (DTS)

Sumber: KOMPAS (14/04/1975)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 548.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: