Sep 042017
 

BELAWAN BISA SAINGI SINGAPURA & MALAYSIA

 

 

Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara sejak beberapa tahun terakhir mengadakan perluasan dermaga dan pembangunan berbagai fasilitas pendukung, sebagai upaya untuk bisa bersaing dengan pelabuhan pelabuhan tetangganya di Malaysia dan Singapura.

Pembangunan perluasan pelabuhan pembuatan rencana induknya dilakukan sejak 1975, sebagaimana dikemukakan Dirut Perum Pelabuhan I, SF Makalew di Belawan, Selasa bahwa sekarang ini sudah rampung dan diharapkan dapat diresmikan Presiden Soeharto, 17 Maret mendatang.

Kalau semula pelabuhan yang menjadi salah satu pelabuhan utama di Indonesia tersebut, hanya memiliki fasilitas untuk kapal penumpang dan barang konvensional, maka dengan pembangunan sekarang ini akan bertambah fasilitas dermaga sepanjang 800 meter lengkap dengan sarana pendukung lainnya, ujarnya.

“Belawan kini memiliki tambahan dermaga konvensional sepanjang 350 meter dan dermaga serbaguna termasuk peti kemas sepanjang 500 meter,” tambahnya.

Sejalan dengan keinginan untuk bersaing, pihak pengelola pelabuhan seperti dikemukakan Adpel Belawan M. Suud terus mengimbanginya dengan peningkatan pelayanan sehingga penyelesaian berbagai dokumen dapat dengan cepat dilakukan, menjadikan arus lalulintas semakin lancar.

Menurut Suud, selama ini hambatan yang selalu dikeluhkan para pengguna jasa pelabuhan adalah prosedur penyelesaian dokumen yang berbelit-belit, kepadatan lalulintas di jalan raya lama Medan Belawan dan sistem penanganan barang-barang masih bersifat konvensional.

“Sekarang semuanya sudah dibenahi dan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas, pemerintah sudah membangun jalan tol Belmera sehingga arus lalulintas barang bisa lebih lancar lagi,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kalau tahun 1985 kapal barang harus menunggu selama 12 jam untuk penyelesaian dokumen, maka tahun 1986 disederhanakan dan hanya menunggu 10 jam.

Bahkan terlihat di lapangan bahwa barang barang dari kapal banyak yang langsung dibongkar dan dimuat dalam kendaraan tanpa harus melalui penumpukan di gudang pelabuhan.

Semuanya ini, karena adanya kelancaran dalam penyelesaian dokumen yang diperlukan, tambahnya.

Belawan sesuai dengan kedudukannya, memiliki posisi penting sebagai pintu gerbang perekonomian Sumatera Utara dan Sumatera pada umumnya. Selain itu Belawan juga merupakan pelabuhan ekspor terbesar di Indonesia.

Menurut data Badan Pusat Statistik, andil ekspor nonmigas Sumatera Utara terhadap total ekspor nasional dilihat dari segi nilai dalam dolar AS adalah sekitar 19 persen dari ekspor nasional. Ini berarti menempatkan Belawan pada posisi yang amat penting.

Dalam dua tahun terakhir, volume ekspor melalui Belawan meningkat 14 persen, dari 1.519.901 ton (1985) menjadi 1.738.233 ton tahun 1986. Sementara total bongkar muat meningkat 17 persen dari 4.768.398 ton (1985) menjadi 5.570.651 ton (1986).

Demikian pula penumpang domestik dan turis selama 1985 tercatat yang turun 69.642 orang dan naik 68.937 orang, meningkat menjadi 79.327 orang (penumpang turun) dan yang naik 79.995 orang tahun 1986. (RA)

 

 

Medan, Antara

Sumber : ANTARA (11/03/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 402-403.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: