Apr 202017
 

BARU TUJUH ORGANISASI YANG MENYAMPAIKAN PERNYATAAN LEWAT MPR

Wakil Ketua MPR Ahmad Lamo menyatakan, sampai sekarang baru ada tujuh organisasi yang telah menyampaikan pernyataan kepada MPR yang isinya agar Presiden Soeharto ditetapkan sebagai Bapak Pembangunan Nasional dan dipilih kembali sebagai Presiden yang akan datang.

Hal ini dikemukakan Ahmad Lamo, hari Jumat, di ruang pimpinan MPR di gedung DPR/MPR Jakarta, ketika menerima dewan pimpinan paripurna dewan koperasi Indonesia (Dekopin) yang dipimpin oleh Ketua Umum Dekopin Eddiwan.

Dalam pertemuan tersebut Ketua Umum Dekopin menyampaikan pernyataan aspirasi dari 120 juta anggotanya yang isinya mengusulkan kepada sidang umum MPR tahun 1983 agar Jenderal TNI (Purnawirawan) Soeharto ditetapkan sebagai Bapak Pembangunan Nasional dan agar memilih serta mengangkat kembali Jenderal Soeharto itu sebagai Presiden untuk masa jabatan 1983/1988.

Alasan yang dikemukakan adalah bahwa Presiden Soeharto tidak diragukan lagi serta dapat dipercaya serta mampu melaksanakan pembangunan, guna mewujudkan cita2 Orde Baru berdasarkan Pancasila dan UUD 45, dan bahwa Presiden Soeharto yang telah mampu membaktikan keberhasilan kepemimpinannya masih diperlukan untuk memimpin bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita2 serta tujuan nasional.

Tepat Menurut Undang-Undang

Menurut Ahmad Lamo, pernyataan Dekopin semacam itu memang tepat sekali untuk disampaikan kepada MPR karena sesuai dengan Undang-undang dan memang majelislah yang berwenang untuk menampung aspirasi spontan rakyat serupa itu untuk kemudian disampaikan kepada MPR hasil Pemilu 1982 untuk membahasnya lebih jauh.

"Sejati ini baru ada tujuh organisasi yang menyampaikan pernyataan serupa itu kepada MPR, kendati di luar.sudah banyak," kata Ahmad Lamo.

Dikemukakan selanjutnya, Presiden Soeharto sampai sekarang belum menerima predikat atau gelar kehormatan apapun, namun dulu pernah rakyat Sulawesi Selatan mengusulkan agar Presiden Soeharto diangkat sebagai Bapak Pembangunan Nasional tahun 1972.

Tetapi karena yang usul hanya satu propinsi, Presiden. Soeharto ketika itu menyambut usul itu hanya dengan tertawa saja kata Ahmad Lamo yang pernah menjadi Gubernur Sulsel itu.

Sekarang banyak pernyataan.yang menghendaki agar Presiden Soeharto diangkat menjadi Bapak Pembangunan Nasional dipilih kembali sebagai Presiden, dan pernyataan-pernyataan yang disampaikan kepada MPR itu akan diinventarisir oleh MPR hasil Pemilu 1982 untuk membahasnya serta menetapkannya, kata Ahmad Lamo yang duduk pula sebagai Ketua Badan Pekerja MPR hasil pemilu 1977.

Di samping menginventarisir aspirasi2 spontan rakyat yang disampaikan kepada Majelis, MPR juga sejauh ini telah menghubungi 118 organisasi, lembaga, instansi, baik swasta maupun negeri untuk dimintakan sarannya bagi penyusunan GBHN mendatang. (DTS)

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (22/09/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 145-146.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: