Des 052017
 

BAPPENAS LAPOR PRESIDEN TENTANG PERSIAPAN IKUTI SIDANG ESCAP KE-44

Jakarta, Antara

Menteri Luar Negeri Ali Alatas akan memimpin delegasi Indonesia dalam sidang tahunan Komisi Sosial Ekonomi PBB untuk Wilayah Asia Pasifik (ESCAP) ke-44 yang berlangsung di Jakarta tanggal 11- 20 April.

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Saleh Afiff mengatakan hal itu kepada wartawan sesudah melapor kepada Presiden Soeharto di Bina Graha, Kamis tentang persiapan sidang tahunan tersebut.

Saleh Afiff yang datang bersama Menmud Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Ketua Bappenas B.S Muljana dan Dirjen Hubungan Ekonomi Luar Negeri (HELN) Deplu Rush Noor mengatakan penanggungjawab sidang tahunan ini adalah Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas, sedangkan Dirjen HELN menjadi Ketua Panitia Pelaksana.

Wakil Ketua Delegasi Indonesia adalah B.S Muljana dan Rusli Noor.Dalam sidang yang diikuti utusan 38 negara anggota akan hadir antara 700-800 peserta termasuk para peninjau.

Ia mengatakan karena masalah utama yang akan dibahas adalah pengembangan sumber daya manusia maka titik berat pembahasan adalah persoalan kesempatan kerja dan ilmu pengetahuan dan teknologi.

ESCAP berdiri pada tahun 1947 dengan kantor pusatnya di Bangkok , sebelumnya bernama Komisi Ekonomi PBB untuk wilayah Asia dan Timur Jauh(ESCAFE). Negara anggotanya terbentang mulai dari Iran hingga Cook Island, dan negara-negara nonregional Asia Pasifik seperti Perancis, Belanda, Uni Sovyet, lnggeris, serta AS.

Fungsi ESCAP antara lain sebagai pusat informasi pembangunan, pemberi bantuan teknik, serta melakukan kegiatan riset. Ada sembilan komite dalam badan internasional ini, antara lain yang menangani masalah pertanian,industri, sumber daya alam, perhubungan, perdagangan, serta statistik.

Jakarta, ANTARA

Sumber : ANTARA(07/04/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 286-287.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: