Apr 212017
 

BAPAK PEMBANGUNAN

Sekarang ramai suara-suara dari berbagai kelompok masyarakat yang menginginkan agar Pak Harto, Presiden kita, ditetapkan jadi Bapak Pembangunan.

Saya menganggap keinginan tersebut wajar-wajar saja sepanjang hal tersebut keluar dari hati nurani yang murni dan tidak ada maksud-maksud tertentu dibaliknya.

Tetapi karena keinginan tersebut dilemparkan pada waktu menjelang pemilu seperti sekarang ini dan dengan publikasi yang begitu gencar sehingga menimbulkan citra seolah olah keinginan tersebut hanyalah keinginan kaum elit belaka.

Penetapan tersebut nanti sifatnya nasional, ia akan jadi produk seluruh rakyat Indonesia dan oleh karenanya penetapan tersebut jangan dilakukan tergesa-gesa, perlu dipertimbangkan secermat mungkin terutama mengenai "cara" dan "timing"nya.

sebaiknya hal tersebut kita serabkan kepada Lembaga Negara Tertinggi kita yaitu MPR untuk menetapkannya.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk mengecilkan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Saya hanya khawatir akan kemungkinan adanya ketidak konsekuenan kita semua bahwa pada waktu seseorang berkuasa kita ramai-ramai memujinya, tetapi sebaliknya setelah tidak berkuasa lagi kita ramai membicarakan kesalahan-kesalahannya.

Banyak contoh penguasa yang diperlakukan demikian misalnya almarhum Bung Karno, Shah Iran, Mao Zedong dan sebagainya. Saya tidak ingin ada di antara kita memperlakukan hal demikian di kemudian hari. (DTS)

Yogyakarta, Merdeka

Sumber: MERDEKA (23/09/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 151-152.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: