Des 252016
 

Jakarta, 28 Mei 1998

Kepada

Yth. Bapak Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto

Jl. Cendana Jakarta

BAPAK PEJUANG SEJATI [1]

 

Dengan hormat,

Ini adalah surat kami yang kedua kehadapan Bapak, dan merupakan surat yang pertama setelah Bapak menyatakan berhenti sebagai Presiden.

Apapun yang dikatakan orang ten tang Bapak, kami tetap mengagumi dan mencintai Bapak yang rendah hati, dan sangat berjasa bagi nusa dan bangsa ini. Yakni baik pada saat perang kemerdekaan, perang Trikora dan perang melawan Gestapu/PKI.

Kami tetap berharap dan berdo’a, kiranya Bapak dan seluruh Keluarga selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, dan selalu dalam keadaan sehat wal’ afiat. Kami yakin, Bapak adalah seorang pejuang sejati.

Sekian surat dan doa kami, semoga Bapak berkenan. (DTS)

Hormat dari kami

Wayan Windia

Gianyar – Bali

[1]     Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 1074. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat  yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto mengundurkan diri. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: