Jan 262017
 
HM Soeharto dalam berita

BANTUAN PRESIDEN RP. 57 JUTA UNTUK PEMBANGUNAN MESJID DAN PESANTREN [1]

 

Jakarta, Suara Karya

Melalui 8 surat keputusannya baru-baru ini Presiden Soeharto memutuskan lagi untuk memberikan dana bantuan sejumlah Rp.57 juta bagi pembangunan dan pemugaran tempat ibadah dan pendidikan Islam.

Masjid-masjid yang menerima bantuan dana yang berasal dari dana Sosial Rokhani itu, adalah Mesjid “Mu’tarmirin”, Desa Sorogaten, Wates Kulonprogo, Yogyakarta, untuk menyelesaikan pembangunan mesjid itu, Presiden memberikan bantuan sebesar Rp.2,5 juta.

Kemudian untuk penyelesaian pembangunan mesjid Pancasila di Sempor, Kebumen, diberikan bantuan sebesar Rp.7,5 juta. Mesjid Raya Kota Klaten, untuk penyelesaian pembangunannya juga mendapat bantuan sebesar Rp.5 juta. Pemugaran Mesjid Mantingan, Kecamatan Kota Jepara, Kabupaten Jepara juga mendapat bantuan sebesar Rp.10 juta. Bantuan yang sama Rp.10 juta diberikan pula untuk pemugaran Mesjid Besar Kota Blora.

Pesantren2 yang menerima bantuan dana adalah Pesantren “Salaf’, Wanayasa, Kebumen, untuk pembangunan gedung Pesantren itu Presiden memberikan bantuan dana sebesar Rp.5 juta. Bantuan sebesar Rp.2 juta diberikan pula untuk pembangunan lokal belajar Pesantren “Al-Misbah” kampung Sirnagalih, desa Inelibiang, Kecamatan Indihiang, Kab. Tasikmalaya. Kemudian, untuk penyelesaiannya pembangunan mussola dan auditorium bagi Yayasan Pendidikan Harapan (Yaspendhar) Medan, Sumatera Utara, Presiden memberikan bantuan sebesar Rp.15 juta.

Bupati Mengawasi

Kepada Panitia pembangunan dan pemugaran mesjid serta pesantren yang telah diputuskan menerima bantuan dana itu, diwajibkan segera menyusun dan mengajukan rencana penggunaan uang bantuan tersebut dalam bentuk Daftar Isian Proyek (DIP) dan disampaikan kepada Sekretaris Negara untuk pelaksanaan lebih lanjut dari keputusan Presiden tentang bantuan dana tersebut.

Sementara itu, kepada para Bupati atau Walikota yang bersangkutan juga ditugaskan mengawasi pelaksanaan penggunaan uang bantuan Presiden itu. (DTS)

Sumber:  SUARA KARYA (26/08/1976)

 

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 183-184.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: