Agu 312016
 

Men/Pangad Major Djendral Soeharto:

BAGI JANG BERMUKA DUA TAK TIDAK ADA TEMPAT UNTUK BERNAUNG DIBAWAH PANDJI ANGKATAN DARAT

Kembalilah Pada Relnja Revolusi Kalau Tidak Ingin Digilas Oleh Kekuatan AD Sendiri [1]

 

Djakarta, Berita Yudha

Menteri/Pangad Major Djenderal Soeharto menandaskan, bahwa didalam menanggapi persoalan dan kedjadian jang berhubungan dengan Gerakan Kontra Revolusi telah berkembangjang bam lalu,jang hendak merombak dan meruntuhkan sendi-sendi Negara kita, Negara Pantjasila, diperlukan kesadaran dan bertanggung djawab jang sedalam-dalamnja dari setiap insan Indonesia, baik ia anggauta Angakatan Bersendjata maupun jang bukan. Kesadaran dan rasa tanggung djawab jang tak mengenal sifat ragu2 dan sifat opportune kesadaran dan rasa tanggung djawab dengan berani memikul segalil konsekwensinja apabila keselamatan dan kelangsungan hidup Bangsa dan Negara Pantjasila mendjadi taruhannja.

Penandasan Men/Pangad Maj Djen Soeharto ini diutjapkan hari Djumat di Malang pada upatjara serah terima djabatan Panglima Kodam VIlli Brawidjaja dari pedjabat jang lama Maj Djen Basuki Rachmat kepada pengganti sementara Pangdam VllI/Brawidjaja Brig Djen Soenarjadi. Seperti diketahui, Maj Djen Basuki Rachmat telah diangkat selaku Deputy Chusus Men/Pangad, sedangkan Brig Djen. SoenaIjadi semula adalah Kepala Staf Kodam VIll/Brawidjaja. Hadir dalam upatjara itu pembesar2 militer dan sipil Dati I Djawa Timur dan pembesar2 setempat.

Langkah2 Konsolidasi

Menteri/Pangad Maj Djen. Soeharto menjatakan dalam amanatnja bahwa terdorong oleh kesadaran dan rasa tanggung djawab dan dihikmati oleh gelora “semangat patah tumbuh, hilang berganti” jang diwariskan oleh parapahlawan jang mendahului kita, demikian kata Maj Djen. Soeharto Iebih Ianjut, maim sebagai petugas jang diberi kepertjajaan dan tanggung djawab oleh PJM Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno, untuk memberikan bimbingan kepada Angkatan Darat, saja merasa perlu untuk segera mengadakan langkah2 konsolidasi dalam tubuh Angkatan Darat.

Potensi Angkatan Darat harus segera pulih kembali, bahkan harus kita pertinggi kemampuannja, agar setiap saat dapat menanggulangi segala matjam rongrongan dan tantangan, baik jang datangnja dari luar maupun dari dalam negeri sendiri jang membahajakan kelangsungan hidup daripada Negara Pantja Sila kita.

Sehubungan dengan maksud dan pengertian tersebut, demikian kata Menteri/Pangad, aksentuasi pergerakan djabatan Pangdam VIll/Brawidjaja ini diletakkan kepada usaha penggalangan potensi Angkatan Darat jang kokoh, kuat untuk menghadapi waktu2 jang akan datang. Men/Pangad mengutjapkan penghargaan jang setinggi-tingginja atas segala tjurahan fikiran dan usaha kepada Maj Djen Basuki Rachmat selama memangku djabatannja memimpin Kodam VIII/Brawidjaja, danjakin bahwa pengalamannja akan membawa banjak manfaat dIm membantu dan mendampingi Pimpinan Angkatan Darat.

Kepada Brig. Djend. Soenarjadi dipesankan oleh Men/Pangad agar usaha2 jang telah dirintis ber-sama2 Panglima jang lama, dilandjutkan dan disempurnakan dan memberikan bimbingan jang sebaik2nja kepada Kodam Brawidjaja kepada Kodam jang dalam sedjarah perdjoangan Bangsa Indonesia mentjapai kebangsaan dari masjarakat Djawa Timur pada chususnja dan Bangsa Indonesia pada umumnja.

Bagi Jang Bermuka Dna

Menteri/Pangad Soeharto menekankan bahwa dalam rangka usaha penghantjuran total terhadap Gerakan Kontra Revolusi 30 September di daerah ini, usahakan djuga pembersihan dan penertiban kedalam tubuh Kodam sendiri. Dalam hal ini Menteri/Pangad Soeharto menandaskan kepada segenap Warga Kodam Brawidjaja pada chususnja, dan anggauta AD pada umumnja, bahwa bagi pradjurit jang bermuka dua,jang menganut ideologi lain selain Pantjasila, jang bersumpah palsu mengingkari Sumpah Pradjurit dan Sapta Marga, bagi mereka tidak ada tempat untuk bernaung di bawah Pandji2 Angkatan Darat.

Kepada mereka saja peringatkan, demikian dikatakan dengan tegas oleh Men/Pangad Soeharto, untuk mendjadi sadar kembali, kembali kepada djalan jang benar, kembali kepada relnja Revolusi jang dipedomani oleh falsafah Pantjasila, kalau tidak ingin digilas oleh kekuatan Angkatan Darat sendiri. Demikian amanat Men/Pangad Maj Djend. Soeharto. (DTS)

Sumber: BERITA YUDHA (27/11/1965)

[1]Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam  Berita”, Buku I (1965-1967), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, Hal 135-137.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: