AUSTRALIA TAK AKAN IKUTI LANGKAH KANADA & BELANDA

AUSTRALIA TAK AKAN IKUTI LANGKAH KANADA & BELANDA

 

 

Jakarta, Antara

Australia tidak menyalahkan Indonesia dalam Peristiwa Dili dan mengharapkan agar hubungan dagang antara kedua negara tetap berlanjut, kata Menteri Industri, Teknologi dan Perdagangan Australia John  Button, kemarin.

“Kami tidak mengambil tindakan-tindakan khusus dalam hal ekonomi seperti dilakukan Pemerintah Kanada dan Belanda. Posisi kami berbeda. Negara kita adalah dua negara yang bertetangga dekat,”katanya setelah jamuan makan siang dengan Asosiasi Bisnis Indonesia-Australia.

Pernyataan itu diulangi kembali oleh Duta Besar Australia Philip Flood, yang mendampingi Menteri John Button pada kesempatan tersebut. “Peristiwa Dili tidak direncanakan pihak militer sebelumnya,” tegas Dubes Australia.

Menteri John Bulton menegaskan, “Kami tidak percaya Pemerintah pusat Indonesia di Jakarta terlibat dalam Peristiwa Dili. Itu hanya peristiwa lokal.”

Ketika ditanya “apakah insiden yang menimbulkan 19 korban tewas dan 91 orang luka-luka akan mempengaruhi hubungan dagang kedua negara”, dia mengharapkan hal itu tidak akan terjadi. “Saya kira kita harus menghindarkan salah pengertian yang bisa berakibat buruk bagi hubungan ke dua negara,”katanya.

Ditanya berapa lama peristiwa ini akan menjadi “pengganggu”, dia menjawab : “Kita harapkan segera mereda. “Ia mengatakan, PemerintahAustralia menghormati Komisi Penyelidik Nasional (KPN), yang dibentuk Pemerintah Indonesia dengan pimpinan M. Djaelani SH.

“Kami menggantungkan penilaian kami pada hasil penyelidikan komisi ini. Karena itu kami tidak membentuk suatu komisi independen untuk menyelidikinya secara khusus,”katanya menegaskan. Mengenai boikot buruh Australia terhadap Indonesia, dia menegaskan, PemerintahAustralia tidak mendukung boikot itu.

Dia mengemukakan, Australia menginginkan suatu hubungan bilateral dengan landasan luas dan kuat dengan Indonesia. “Australia memang prihatin atas Peristiwa Dili. Tapi itu hanyalah karena kita negara bertetangga dan banyak orang Timor Timur tinggal di Australia,” katanya. “Kita tidak bisa mengubah jalannya sejarah. Secara geografis dan ekonomi, kita merupakan bagian dari Asia,” ujarnya dan menegaskan “Bagi kita semua di Asia dan Pasifik,masa depan kita terletak di tangan kita sendiri.”

Menteri John Bulton, yang mengadakan kunjungan dua hari ke Indonesia dan sudah bertemu dengan Menteri Perindustrian Hartarto, mengatakan bahwa dalam hal ekonomi, Australia semakin banyak mengarahkan perhatian ke wilayah Asia. (SA)

 

Sumber : BlSNIS INDONESIA (14/12/91)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 420.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.