Sep 132017
 

ARIFIN SIREGAR: GEJOLAK SAHAM, POSITIF BAGI

INDONESIA

 

 

Jakarta, Antara

Gejolak saham di luar negeri baru-baru ini secara jangka pendek praktis tidak menimbulkan pengaruh negatif kepada Indonesia, bahkan dapat berpengaruh positif dalam mengurangi gejolak. Seusai sidang kabinet terbatas bidang ekuin yang dipimpin Presiden Soeharto Kamis pagi di Bina Graha, Arifin Siregar mengatakan bahwa pengaruh dalam jangka panjang dari gejolak tersebut perlu diamati seksama.

Menurut dia, apabila kemerosotan harga saham di luar negeri itu menyebabkan masayarakat di negara-negara maju melakukan penghematan dalam pengeluaran mereka dikuatirkan dapat berpengaruh pada permintaan akan barang-barang impor dari negara berkembang seperti Indonesia. “Hal itulah yang perlu kita kuatirkan,” katanya.

Arifin Siregar menyebutkan bahwa dalam beberapa bulan belakangan ini, memang banyak modal yang mengalir kembali ke Indonesia misalnya, pada bulan Oktober, Bursa Valuta Asing mencatat surplus pembelian dolar 4,9 juta dolar dibanding dengan bulan Septermber dimana masih terdapat defisit 13,6 juta dolar.

Bahkan sejak 2-5 November ini, terdapat surplus 53 juta dolar dalam pembelian dolar di BVA BI “dengan adanya kemerosotan harga saham di luar negeri itu tampaknya lebih memperkuat mengalimya kembali modal ke Indonesia,” kata Siregar.

Ditanya tentang cadangan devisa Indonesia sampai saat ini, ia mengatakan jumlahnya mencapai 6,3 miliar dolar di BI dan lebih dari 4 miliar dolar di bank-bank lain. (LS)

 

 

Sumber: ANTARA (15/05/1987)

 

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 452.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: