Okt 122018
 

ABURIZAL BAKRIE, KETUA UMUM  KADIN PERIODE 1994-1999[1]

 

Jakarta, Antara

Aburizal “lcal” Bakrie, berdasarkan hasil rapat tim formatur Munas II Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang berlangsung di Jakarta, Kamis malam terpilih menjadi Ketua Umum Kadin untuk masa bakti 1994-1999. Rapat tim formatur yang juga diketuai lcal itu berlangsung cukup alot, dan berlangsung selama tiga jam mulai pukul 19.30 WIB sampai 22.30 WIB.

Sementara rapat berlangsung, para wartawan yang meliput kegiatan Munas II Kadin itu menunggu dengan setia di depan salah satu ruangan di Hotel Horison tempat berlangsungnya rapat tim formatur itu. Suasana rapat yang cukup alot itu juga dikomentari Wakil Ketua Umum Kadin, Dewi Motik Pramono bahwa situasi iniseperti menunggu “bayi yang akan lahir”.

“Bahkan seperti itu bayinya ‘sungsang’,”ujarnya. Para peserta Munas yang telah menunggu di ruang sidang utama juga tampak gelisah. Bahkan mantan Ketua Umum Kadin, Soekamdani S Gitosardjono berusaha memasuki ruang rapat setelah rapat berlangsung lebih dari dua jam.

Beberapa saat kemudian Soekamdani keluar dengan mengatakan, rapat akan selesai paling lambat 20 menit lagi. Namun ia menolak komentar wartawan bahwa rapat dilanda macet.

Satu Konglomerat

Ketika memberikan sambutannya, Ketua Umum terpilih Aburizal Bakrie mengatakan, relatif lamanya penyusunan daftar pengurus disebabkan sulitnya mencocokkan daftar nama Dewan Pengurus Harian (DPH) dengan daftar calon yang diberikan Majelis Pertimbangan (MP). Daftar calon dari Majelis Pertimbangan untuk calon anggota pengurus Kadin mencapai 200 nama sehingga penyusunannya memerlukan waktu yang cukup lama.

Karena alasan itu pula dalam DPH yang baru hanya mencantumkan satu nama konglomerat yaitu Burhan Uray sebagai Ketua Kompartemen Dana dan Sarana karena daftar yang disodorkan MP tidak memuat nama konglomerat lainnya.

“Jadi, hampir tidak adanya nama konglomerat yang masuk bukan cerminan pengurus Kadin yang baru tidak mau bekerja sama dengan konglomerat, tetapi memang dari daftar yang disodorkan tidak ada,”jelasya.

Selanjutnya, leal mengajak pengusaha besar untuk ikut bekerja sama dalam satu organisasi pengusaha Kadin yang bertujuan antara lain untuk mengembangkan perekonomian  nasional. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bimbingan dan mengayomi Kadin serta mengharapkan kerja sama yang lebih erat dalam satu wadah “Indonesia incorporated .”

Pengurus Kadin baru akan berupaya untuk menjadi mitra pemerintah yang baik untuk menghadapi tantangan pembangunan yang makin berat di masa mendatang. Sementara itu, anggota tim formatur AB Aramuli mengatakan kepastian penetapan Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Kadin setelah didapat restu dari pemerintah yang diterima sekitar pukul21.00 WIB.

Menurut Baramuli, Presiden Soeharto pada dasarnya memahami aspirasi yang berkembang pada sebagian besar peserta Munas serta menghargai prinsip-prinsip demokrasi yang muncul selama proses pemilihan Ketua Umum. Susunan pengurus Kadin masa bakti 1994-1999:

Dewan Kehormatan

Ketua                                      H Probosutedjo

WakilKetua                             Awaludin Djamin

Dewan Penasehat

Ketua                                      Sotion Arjanggi

WakilKetua                              HMNawawi

Dewan Pembina

Ketua                                       ARRamly

WakilKetua                              Tony AgusArdy

 

Majelis  Pertimbangan

Ketua                                       A Baramuli

Wakil Ketua dari Swasta :        Sri Mulyono Herlambang

Wakil Ketua dari Swasta :       Fahmildris

Wakil Ketua dari BUMN :       Ahmad Nurhani

Susunan Dewan Pengurus Harian Kadin masa bakti 1994-1999:

Ketua Umum     :Aburizal Bakrie

Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian,

Peternakan dan Kehutanan     : AdiWarsita

Wakil Ketua Umum Bidang Moneter,

Perbankan,Asuransi dan Investasi Serta Dana dan Sarana     :Mochtar Mandala

Wakil Ketua Umum

Bidang Pertambangan dan Energi  :  Iman Taufik

Wakil ketua Umum Bidang Perdagangan

dan Hubungan Luar Negeri       :HuseinAminuddin

Wakil Ketua Umum Bidang

Organisasidan Keanggotaan    :Adi Putra Taher

Wakil Ketua Umum Bidang Pariwisata,

Pos, Telekomunikasi dan Perhubungan   : Hartarto Adikusumo

Wakil Ketua Umum Bidang Industri                  : Fadel Muhammad

Wakil ketua Umum Bidang Sumber Daya Manusia (SDM)    : AgusSudono

Wakil Ketua Umum Bidang Lingkungan Hidup   : Dewi Motik Pramono

Wakil Ketua Umum Bidang Jasa

Konstruksi dan Real Estate       : Agus Kartasasmita

Sementara itu, abatan Ketua Kompartemen terdiri atas

Hubungan dan Perdagangan Luar Negeri    :Syarif Cicip S

Perdagangan Dalam negeri       : Rusd iAkib

Pertanian dan Perkebunan        :Dra. Noes Sudiono

Kehutanan                                :Suroso Siswodarsono

Peternakan dan Perikanan       :Wibisono Wiyono

Pertambangan dan Energi       :Suryo B Sulistyo

Industri Logam Dasar dan Mesin       : Nur Wijayadi

Industri Kimia Dasar      :Sjahfiri Alim

Aneka Industri dan lndustri Farmasi     : BRA Mooryati S

Pertekstilan     : Nurbasah Djuned

lndustri Kecil dan Perajin      : Poppy Dh arsono

Jasa Teknik, Rancang Bangun, Perekayasaan dan Konsultansi   : Pandri Prabono

Jasa Teknik dan Konstruksi    : Faturohman

lndustri Real Estate                :Junnetta H Chandra

Jasa Perhubungan                 : DolfLatumalllna

Jasa Pariwisata, Hotel dan Restoran    :Antony Riyanto

Jasa Telekomunikasi dan Penerbitan   : Setyanto P Santoso

Moneter, Perbankan dan Asuransi      :Mahfud Jakile

Penanaman Modal                              : Teuku Sjahrul

Sumber Daya Manusia                        :HM Rienaldo Thamrin

Energi                                                  : KusumoAM

Dana dan Sarana                                 : Burhan Uray

Pembinaan Anggota dan Organisasi   :Chris Kanter

Lingkungan Hidup                               :SM Pardede

(T-PE01/EU09/EU02/RE2 / 14/0l/94 01:37)

 

Sumber:  ANTARA(8/01/1994)

________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 188-191.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: