Mar 062013
 

Pembangunan Masjid Oleh Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila

Selain melalui kebijakan pemerintah, “Soeharto Inisiatif” atau inisiatif Pak Harto dalam memajukan kehidupan ummat beragama sesuai amanat sila pertama Pancasila adalah dengan mendirikan Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila (YAMP) pada tanggal 17 Pebruari 1982. Inisiatif ini bertumpu pada upaya menumbuhkembangkan semangat gotong royong di kalangan dermawan muslim agar bahu membahu mengumpulkan sumbangan/sedekah/amal jariyah secara sukarela untuk pembangunan tempat ibadah. Inisiatif tersebut telah berhasil secara nyata yang pada tahun 2009 telah mendirikan 999 unit masjid (tempat beribadah ummat Islam) di seluruh Indonesia.

Sumber Pendanaan

Sumber pembiayaan Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila (YAMP) antara 1982-1998 adalah:

  1. Sumbangan bulanan anggota KORPRI, sebesar:
  • Anggota Korpri Golongan I sebesar Rp. 50,-

  • Anggota Korpri Golongan II sebesar Rp. 100,-

  • Anggota Korpri Golongan III sebesar Rp. 500,-

  • Anggota Korpri Golongan IV sebesar Rp. 1.000,-

  1. Sumbangan bulanan anggota ABRI, sebesar:

  • Tamtama sebesar Rp. 50,-

  • Bintara sebesar Rp. 100,-

  • Pama sebesar Rp. 500,-

  • Pamen sebesar Rp. 1.000,-

  • Pati sebesar Rp. 2.000,-

Pada bulan Juli 1998 sumbangan tersebut dihentikan. Selain dari PNS dan TNI Polri, sumbangan juga dihimpun dana dari beberapa penguasaha dan dermawan luar negeri. Hingga waktu itu telah terkumpul dana Rp. 137.972.7999.580,71.

Peruntukan Dana Yayasan

Mulai Pebruari 1982 sampai dengan tahun 2009 telah dibangun 999 Masjid. Ukuran masjid YAMP terdiri dari 3 macam tipe yaitu:

  1. Tipe 15 dengan ukuran 15 m x 15 m

  2. Tipe 17 dengan ukuran 17 m x 17 m

  3. Tipe 19 dengan ukuran 19 m x 19 m

Masjid-masjid yang dibangun tersebut tersebar di seluruh wilayah (provinsi) Indonesia dari berbagai kelompok masyarakat seperti:

  1. Kompleks Lembaga pendidikan/Pondok Pesantren (200) unit.

  2. Kompleks Kantor/Perumahan Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) sebanyak (159) unit.

  3. Kompleks Kantor/Perumahan Angkatan Bersenjata RI (61) unit.

  4. Pemukiman Transmigrasi (10) unit.

  5. Pemukiman Masyarakat Umum dimana ada lokasi-lokasi yang sulit dicapai atau daerah terpencil karena sangat jauh dari akses transportasi sebanyak (569) unit

Total anggaran untuk pembangunan 999 masjid tersebut mencapai Rp. 207.572.855.003,40. Selisih anggaran antara dana yang berhasil dihimpun dari kalangan PNS dan TNI-POLRI dengan realisasi pengeluaran pembiayaan masjid tentunya digalang dari para dermawan secara sukarela atas dorongan Presiden Soeharto. Selain untuk pembangunan masjid di atas, YAMP juga memberi bantuan kepada:

  1. Kegiatan Da’i Transmigrasi kerja-sama Majelis Ulama Indonesia untuk 2.688 orang Da’i dengan total biaya Rp. 8.229.290.500,-

  2. Bantuan sepeda untuk 3.000 orang Da’i Transmigrasi kerjasama Majelis Ulama Indonesia dengan total biaya Rp. 445.162.500,-

  3. Bantuan kegiatan Imam Transmigrasi kerjasama kerja-sama Majelis Dakwah Islamiyah untuk 968 orang Imam dengan total biaya Rp. 1.028.466.000,-

  4. Bantuan untuk pembangunan 4 Rumah Sakit Embarkasi Haji (Medan, Jakarta, Surabaya dan Ujung Pandang) Rp. 2.000.000,-

  5. Bantuan pembangunan Masjid di Port Moresby, Papua New Guinea S $ 100.000.- atau @ Rp. 2.394,-) senilai Rp. 239.400,-

  6. Bantuan pembangunan Masjid di New York Amerika Serikat US $ 150.000.- atau @ Rp. 2.035,-) senilai Rp. 245.777.000,-

Sebaran Masjid YAMP masing-masing provinsi:

Pembangunan masjid Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila tersebar di seluruh Provinsi di Indonesia sebagai berikut:

  1. Nanggroe Aceh Darussalam: tipe 15 (19 unit), tipe 17 (11 unit), tipe 19 (2 unit) total 32 unit.

  1. Sumatera Utara: tipe 15 (13 unit), tipe 17 (16 unit), tipe 19 (10 unit) total 39 unit.

  1. Sumatera Barat: tipe 15 (14 unit), tipe 17 (5 unit), tipe 19 (4 unit) total 23 unit.

  1. Riau: tipe 15 (7 unit), tipe 7 (11 unit), tipe 19 (1 unit) total 15 unit.

  1. Kepulauan Riau: tipe 15 (0 unit), tipe 17 (4 unit), tipe 19 (1 unit) total 5 unit.

  1. Jambi: tipe 15 (19 unit), tipe 17 (11 unit), tipe 19 (2 unit) total 32 unit.

  1. Sumatera Selatan: tipe 15 (12 unit), tipe 17 (10 unit), tipe 19 (8 unit) total 30 unit.

  1. Kepulauan Bangka Belitung: tipe 15 (6 unit), tipe 17 (1 unit), tipe 19 (1 unit) total 8 unit.

  1. Bengkulu: tipe 15 (11 unit), tipe 17 (5 unit), tipe 19 (2 unit) total 18 unit.

  1. Lampung: tipe 15 (22 unit), tipe 17 (16 unit), tipe 19 (5 unit) total 43 unit.

  1. DKI Jakarta: tipe 15 (11 unit), tipe 17 (24 unit), tipe 19 (13 unit) total 32 unit.

  1. Banten: tipe 15 (16 unit), tipe 17 (14 unit), tipe 19 (4 unit) total 32 unit.

  1. Jawa Barat: tipe 15 (71 unit), tipe 17 (56 unit), tipe 19 (20 unit) total 147 unit.

  1. Jawa Tengah: tipe 15 (59 unit), tipe 17 (65 unit), tipe 19 (11 unit) total 135 unit.

  1. DI. Yogyakarta: tipe 15 (11 unit), tipe 17 (11 unit), tipe 19 (3 unit) total 25 unit.

  1. Jawa Timur: tipe 15 (76 unit), tipe 17 (45 unit), tipe 19 (15 unit) total 136 unit.

  1. Kalimantan Barat: tipe 15 (7 unit), tipe 17 (5 unit), tipe 19 (1 unit) total 13 unit.

  1. Kalimantan Tengah: tipe 15 (13 unit), tipe 17 (8 unit), tipe 19 (2 unit) total 23 unit.

  1. Kalimantan Selatan: tipe 15 (11 unit), tipe 17 (7 unit), tipe 19 (5 unit) total 23 unit.

  1. Kalimantan Timur: tipe 15 (23 unit), tipe 17 (14 unit), tipe 19 (4 unit) total 41 unit.

  1. Gorontalo: tipe 15 (3 unit), tipe 17 (1 unit), total 4 unit.

  1. Sulawesi Utara: tipe 15 (3 unit), tipe 17 (1 unit), tipe 19 (2 unit) total 6 unit.

  1. Sulawesi Tengah: tipe 15 (3 unit), tipe 17 (4 unit), tipe 19 (3 unit) total 10 unit.

  1. Sulawesi Selatan: tipe 15 (16 unit), tipe 17 (17 unit), tipe 19 (2 unit) total 35 unit.

  1. Sulawesi Barat: tipe 15 (3 unit), tipe 19 (1 unit) total 4 unit.

  1. Sulawesi Tenggara: tipe 15 (8 unit), tipe 17 (1 unit), total 32 unit.

  1. Bali: tipe 15 (4 unit), tipe 17 (4 unit), tipe 19 (1 unit) total 9 unit.

  1. NTB: tipe 15 (13 unit), tipe 17 (7 unit), tipe 19 (4 unit) total 24 unit.

  1. NTT: tipe 15 (11 unit), tipe 17 (1 unit), tipe 19 (2 unit) total 14 unit.

  1. Maluku: tipe 15 (3 unit), tipe 17 (3 unit), total 6 unit.

  1. Maluku Utara: tipe 15 (6 unit), total 6 unit.

  1. Papua: tipe 15 (4 unit), tipe 17 (3 unit), total 7 unit.

  1. Papua Barat: tipe 15 (7 unit), tipe 17 (1 unit), total 8 unit.

Secara keseluruhan telah didirikan 999 Masjid dengan perincian 495 Masjid tipe 15, 375 Masjid tipe 17 dan 129 Masjid tipe 19. Masjid-Masjid yang dibangun YAMP memiliki desain arsitektural khas, bercungkup susun tiga, sebagaimana corak asitektural masjid khas Nusantara pada masa lalu. Hal ini selain efisien pembiayaan jika dibandingkan dengan cor kubah besar, desain tersebut juga melestarikan kearifan lokal, dimana corak arsitektural Masjid bercungkup susun tiga merupakan simbol kesejalinan antara Islam dengan budaya nusantara. Pendekatan kultural inilah yang pada masa lalu masyarakat Nusantara secara luas mudah menerima ajaran Islam. Berbeda dengan bangunan-bangunan masjid yang dibangun oleh kebanyakan orang pada saat ini yang arsitekturalnya bercorak Timur Tengah.

Berdasarkan catatan YAMP di atas, menunjukkan bahwa inisiatif Pak Harto untuk mengembangkan kehidupan ummat beragama melalui jalinan gotong royong telah secara nyata berhasil diwujudkan dengan dibuktikan berdirinya masjid-masjid tersebut tanpa membebani keuangan Negara.

  One Response to “999 Masjid Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila”

  1. aswb saya UKM Konveksi Kaos diSolo mhn dibantu Modal kerja pak 081393181250 http://denbei-solo.blogspot.com matur nuwun

 Leave a Reply

(required)

(required)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>