Sep 172016
 

MENUTAMA/MENPANGAD DJENDERAL SOEHARTO: Oknum2 Penjelewengan Tidak Pantas Djadi Anggota Angkatan ’45 [1]

 

Djakarta, Berita Yudha

Dalam sambutan tertulisnja kepada Munas Angkatan 45 meminta agar benar2 mengerti benar2 menjadari, menginsjafi diri sebagai pengemban Ampera. Peristiwa jang kita alami baru2 ini peristiwa pemberontakan G 30 S/PKI membuat katjaunja suasana waktu itu, hingga setelah peristiwa G 30 S/PKI bangkitlah angkatan muda jang kita kenal Angkatan ’66 jang dengan gigihnja memperdjuangkan tuntutan hati nurani rakjat dan berdjuang menegakkan keadilan dan kebenaran.

Apakah pula fungsi dari Angkatan ’45 itu dalam revolusi Indonesia?

Angkatan ’45 jang tidak pernah absen sedjak revolusi 17 Agustus 1945 jang tidak pula absen dalam menumpas dan mengikis sisa2 petualangan gerakan kontra revolusi G 30 S/PKI tentu akan tetap mendjaga nama baik Angkatan ’45, mendjaga djiwa dan semangat patriotis jang dimiliknja.

Fungsi2 dari Angkatan ’45 itu ialah: Menentukan djiwa semangat ’45 pada generasi jang akan datang.

Djiwa semangat 45 adalah:

* Memelihara persatuan dan kesatuan Nasional progresif revolusioner berdasarkan Pantjasila.

* Sepi ing pamrih, rame ing gawe.

* Kepentingan negara dan bangsa diatas kepentingan golongan dan kepentingan diri sendiri (individu).

* Semangat rawe2 rantas malang2 puntung madju terus pantang mundur dalam membela Kedjudjuran, Kebenaran dan Keadilan.

* Semangat anti kapitalisme/imperialisme dan kolonialisme.

* Mengamankan, mengamalkan dan memperdjuangkan Proklamasi 17 Agustus 1945, Pantjasila dan UUD 45 .

* Memberi tjontoh dan tauladan pada generasi muda jang kelak akan menggantikan kita ini.

Angkatan ’45 adalah suatu angkatan atau golongan bersama organisasi adalah alat untuk mentjapai tudjuan bersama setjara efektif dan efisien. Kemudian apakah sjarat2 utama untuk mendirikan organisasi itu? harus kita ingat saudara2 bahwa ber-organisasi untuk mentjapai tudjuan bersama setjara efektif dan efisien harus:

* Dirasakan tudjuan/kepentingan bersama jang dituangkan dalam wudjud landasan bersama.

* Harus ada pimpinan / pengurus jang berwibawa.

* Harus ada disiplin untuk mematuhi landasan bersama tersebut dan,

* Harus ada anggauta2 jang njata dan memegang teguh disiplin organisasi.

Didalam tahap revolusi kita sekarang ini kita harns tetap mendjaga agar djangan sampai diselewengkan kembali seperti pernah terdjadi pemberontakan oleh G 30 S/PKI.

Karenanja djangan sampai kelak dalam tubuh Angkatan ’45 menjelinap oknum2 jang dapat mentjemarkan nama baik daripada Organisai/ Angkatan ’45 ini, Angkatan jang tak pernah absen dalam revolusi.

Karena fungsi2 tersebut diatas, maka tidak mungkin oknum jang menjeleweng “Waardig” untuk djadi anggauta Angkatan ’45. Karenanja Angkatan ’45 harus benar2 bersih daripada segala tjelaan2, penjelewengan2 dan sebagainja.

* Djangan mentjemarkan kesutjian Proklamasi dan Pantjasila dengan mentjemarkan Angkatan ’45.

* Djangan meratjuni angkatan2 jang mendatang, jang akan menggantikan kita dalam melaksanakan revolusi Pantjasila.

Itulah makna revolusi Indonesia seperti pemandangan alam dalam sebuah keker “a telescoped revolution”. (DTS)

Sumber: BERITA YUDHA (30/08/1966)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku I (1965-1967), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 372-373.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: