24 NEGARA IMPOR PLYWOOD PRODUK PT. AOI

24 NEGARA IMPOR PLYWOOD PRODUK PT. AOI[1]

 

Ambon, Antara

Sejumlah 24 negara tahun 1993 mengimpor plywood yang diproduksi PT. Artika Optima Inti (AOI) yang beroperasi di Waisarissa, Kecamatan Kairatu, Maluku Tengah. Direktur perusahaan tersebut, Hasanuddin, Karnis mengatakan Jepang dan tujuh negara di Eropa mendominasi impor tersebut dengan 29,3 persen dari prod uksi 373.616 meter kubik. Kendati demikian, irnpor tujuh negara di Eropa itu mengalarni penurunan sekitar 29,3 persen, dibanding tahun  1992 yang mencapai produksi 375.797 meter kubik. Sementara itu, irnpor ke Jepang melonjak tinggi, dibanding tahun 1992 yakni sekitar 16,7persen.

Penurunan ekspor ke Eopa dan produksi 1993, dibanding 1992 berdasarkan pertirnbangan kualitas produksi, mengingatpersaingan pan gsa pasar ekspor cukup tinggi, disamping produksinya, terutama kayu lapis terdiri dari ukuran besar, yakni 18 hingga 24 cm. Pihaknya harus memperhatikan selera pasar, sekaligus mengejar produksi yang merniliki keunggulan komparatif sehingga mampu bersaing dengan produk perusahaan maupun negara lainnya.

Terbesar ke Eropa

Produk kayu lapis PT. AOI tahun 1993 tercatat sebagai pengekspor terbesar ke Eropa, yakni 72.679 meter kubik dari produksi 312.835 meter kubik. Perusahaan PMDN anak perusahaan Djayanti Grup itu, tahun 1993tercatat juga sebagai perusahaan nomor dua di Indonesia dalam hal efisiensi operasi per-line dengan produksi 2.150meter kubik per-line setiap bulan. Perusahaan yang didirikan tahun 1979 dan diresmikan Presiden Soeharto 16 Januari 1985 itu, juga merupakan PMDN dengan produk si kayu lapis pertama di kawasan tirnur Indonesia (KTI), demikian Hasanuddin.(U-ABN.PK01/DN04 /EL03/19:14/RE2/ 14/07/94 20:23)

Sumber:ANTARA  (l4/07/1994)

____________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 314-315.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.