200 PESERTA IKUTI TURNAMEN GOLF 20 TAHUN SGCC

200 PESERTA IKUTI TURNAMEN GOLF 20 TAHUN SGCC[1]

 

Jakarta, Antara

Sebanyak 200 peserta akan mengikuti Tumamen Golf yang diselenggarakan Sawangan Golf Country Club (SGCC) pada 1 Agustus mendatang untuk memperingati 20 tahun berdirinya sarana olahraga tersebut.

Turnamen yang diikuti para pegolf profesional dan amatir papan atas nasional itu akan dibuka oleh Ketua PGI Soedomo, kata Willy H Rawung dari PT Pakuan selaku pengelola SGCC kepada wattawan di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, tumamen tersebut sebelumnya diminati sekitar 200 pegolf, tetapi karena waktu sangat singkat, peserta dibatasi hanya 200.

Dalam kesempatan itu, Willy mengatakan selaku salah satu anggota Persatuan Golf lndonesia (PGI) sejak 1973, SGCC merupakan padang golf yang fenomenal di Indonesia. Fenomenal, katanya, sebab saat ini hal tersebut telah menjadi kelaziman, sementara 20 tahun silam langkah itu terasa sangat asing. Sebagai contoh ia menyebut di Jawa Barat dewasa ini telah beroperasi 21 padang golf ditambah yang sedang mengajukan permohonan izin tercatat 20 buah. Padang golf yang terletak di kawasan Bogor sekitar 45 menit dengan kendaraan dari Ibukota itu, memiliki dua buah course yang keduanya diresmikan Presiden Soeharto.

“Course pertama sembilan lubang diresmikan 14 April 1972 dan yang kedua pada 27 Juli 1973,”katanya. Padang golf pertama di Indonesia yang dikelola pihak swasta dan didesain putera-puteri Indonesia sendiri, dinilai PGI telah memberikan sumbangsih sangat berharga bagi perkembangan dunia golf di tanah air.

Menurut Willy, beberapa pegolf terkenal yang memulai mengenal permainan yang pertamakalinya dipopulerkan Queen Mary dari Skotlandia ini antara lain Maan Naasirn, Sanusi yang memperkuat Tim Golf lndonesia ke SEA Games XVll Singapura belum lama ini, Deny Supriadi dan M.Sura yang saat ini berada di Pelatnas untuk persiapan Piala Nomura.

“SGCC menjadi sumber pemain golf nasional ketiga di samping Deli Golf Club Tuntungan dan Yani Golf Club Surbaya,”katanya lagi.

Menyatu Dengan Alam Willy menilai, kualitas padang golf seluas 92 hektar hasil desainer putera Indonesia sendiri, hasilnya tidak kalah dengan yang dibangun arsitek luar negeri karena benar- benar menyatu dengan alam.

“Pegolf yang semuanya dari kalangan umum itu dapat menikmati permainan tanpa terganggu kebisingan kendaraan dan bebas polusi karena terletak di tepi danau Bojongsari yang alami,” katanya.

Karena itu, katanya, setiap pegolf asing yang bermain di lokasi ini menyatakan senang dapat menikmati keindahan alam dan menyatakan belum dikatakan main golf sebelum menikmati padang golf Sawangan.

Menjawab pertanyaan, Willy menyatakan sampai saat ini pihaknya belum berniat memperluas padang golfnya menjadi 27 atau 36 lubang namun akan menambah sarana permainan khas Perancis bernama “Petoeng” yang terbuat dari bola semen.

“Permainan yang sangat digemari orang Perancis itu sebelumnya disewa di Ancol dengan beaya tinggi,” ujar Lily Martin, humas perusahaan tersebut yang mendampingi Willy dalam pertemuan itu.

Tidak ada Konflik

Sementara itu, Max Wilar selaku manajer personalia mengemukakan selain sebagai pionir, dari segi bisnis golf, SGCC telah menjalankan usaha golf murni tidak menjadi pelengkap usaha-usaha semacam real estate yang belakangan ini banyak disoroti.

“Hingga saat ini, kami tidak ada konflik dengan warga setempat karena kami menyatu dengan masyarakat sekitarnya,”ujarnya.

Ia memberi contoh, perusahaannya dewasa inimemiliki 492 karyawan, 344 kedi serta 361 peketra bulanan dan 131 peketja harian yang secara kesuluruhan memberi kehidupan sekitar 5.000 orang warga setempat.

Masyarakat setempatjuga dapat menikmati beberapa fasilitas pendukung seperti kolam renang, lapangan tenis dan arena perkemahan yang disediakan untuk umum.

“Selain itu, sejumlah petugas yang membawa perlengkapan golf yang dikenal dengan sebutan kedi adalah ustadz, guru dan pegawai,” katanya.

Sebagai upaya meningkatkan keharmonisan hubungan dengan masyarakat sekitamya, dalam rangkaian ulang tahun ke-20 itu, panitia juga mengadakan kegiatan bakti sosial seperti khitanan bagi 30 anak fakir dari Desa Bojongsari dan Sawangan. (T.Ok01/0k07/10/07/93  20:15)

Sumber: ANTARA (I 0/07I 1993)

_________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XV (1993), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 755-756.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.