1993-02-03 Sidang Kabinet, Presiden Soeharto Meminta Dilakukan Operasi Pasar Karena Kenaikan Harga Akibat Banjir

Sidang Kabinet, Presiden Soeharto Meminta Dilakukan Operasi Pasar Karena Kenaikan Harga Akibat Banjir [1]

 

RABU, 3 FEBRUARI 1993 Mulai pukul 10.00 pagi ini, selama dua jam Presiden Soeharto memimpin sidang kabinet terbatas bidang Ekuin di Bina Graha. Didalam sidang, Presiden Soeharto meminta kepada para pejabat di bidang ekonomi untuk melakukan operasi pasar karena harga beberapa barang kebutuhan pokok rakyat naik sebagai akibat banjir.

Dengan demikian harga tidak akan terus membumbung.

Mengenai jumlah uang yang beredar dilaporkan hingga November lalu mencapai Rp28,7 triliun. Inflasi bulan Januari lalu adalah 2,92%. Inflasi ini disebabkan adanya kenaikan harga barang kelompok aneka barang dan jasa sebesar 4,43%, perumahan 3,55%, makanan dan minuman 1,81 %, serta kelompok sandang 0,82%. Inflasi selama tahun anggaran 1992/1993 berjumlah 6,51 %.

Ekspor selama bulan November 1992 dilaporkan berjumlah US$3,2 miliar yang terdiri dari ekspor migas US$911 juta dan non-migas US$2,4 miliar. Dilain pihak impor hanya mencapai US$2,1 miliar. Ini berarti adanya surplus neraca perdagangan sebesar US$1,1 miliar.

Sedangkan ekspor selama Januari-November dilaporkan berjumlah US$30,6 miliar dan impor sebesar US$24,4 miliar. Jadi terdapat surplus sebesar US$6,11 miliar. (DTS)

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 21 Maret 1988 – 11 Maret 1993”, hal 621-622. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: Nazaruddin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.