Okt 192016
 

Menerima Pemimpin Berbagai Negara, Presiden Soeharto Menekankan Kerjasama Selatan-Selatan [1]

 

MINGGU, 6 SEPTEMBER 1992 Presiden Soeharto hari ini mengadakan pembicaraan dengan Wakil Presiden Taha Yassin Ramadhan. Pada kesempatan itu, Ketua delegasi Irak itu mengatakan bahwa pemerintahnya mengharapkan mengharapkan Presiden Soeharto selaku Ketua Gerakan Non-Blok dapat mengambil langkah yang memungkinkan pencabutan embargo obat-obatan dan makanan karena bangsa Irak sangat membutuhkannya.

Selain menerima Wakil Presiden Irak, Presiden Soeharto juga menerima Presiden Vietnam Vo Chi Cong, Presiden Laos Kaysone Phomviahane, Wakil Presiden Kuba Juan Almeida, Presiden Palestina Yasser Arafat, PM Yaman Haider Abu-Baler serta Presiden Botswana Ketumile Masire. Dalam pembicaraan itu semua tamu Presiden sepakat bahwa hasil KTT ini merupakan angin segar bagi Gerakan Non-Blok di masa mendatang.

Presiden Soeharto mengatakan kepada tamu-tamunya bahwa negara-negara berkembang yang lazim disebut negara Selatan perlu meningkatkan hubungan ekonomi diantara sesama mereka. Mereka harus mengubah sikap mentalnya untuk mempercayai mutu produk negara Selatan lainnya. (DTS)

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 21 Maret 1988 – 11 Maret 1993”, hal 575-576. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: Nazaruddin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: