Agu 312016
 

Presiden Soeharto Meresmikan Pengembangan Lapangan Minyak Duri [1]

SABTU, 3 MARET 1990 Berada di Riau pagi ini, Presiden dan Ibu Soeharto menghadiri acara peresmian pengembangan lapangan minyak Duri. Dalam pengembangan ini PT Caltex Pacific Indonesia menggunakan sistem injeksi yang dapat meningkatkan hasil yang diperoleh sampai tujuh kali lipat jika dibandingkan dengan penggunaan sistem konvensional seperti selama ini.

Dalam sambutannya Kepala Negara menyatakan kegembiraannya karena lapangan minyak ini akan mampu menghasilkan 300.000 barel per hari; tingkat produksi ini merupakan seperlima dari produksi minyak kita. Peningkatan produksi ini sangat penting artinya, sebab justru dicapai pada saat kondisi minyak Indonesia berada pada masa kritis. Dikemukakan oleh Presiden bahwa menjelang akhir abad ini Indonesia mulai menghadapi masalah energi, yaitu mempertahankan kemampuan dalam mencapai tingkat produksi yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan ekspor. Sebab kekayaan kita akan minyak bumi bukan tidak tak terbatas.

Lebih jauh dikatakan Presiden bahwa peningkatan penggunaan minyak bumi yang sejalan dengan meningkatnya taraf hidup rakyat tidak dapat dicegah. Tetapi penggunaan energi yang boros dan tidak efisien haruslah dicegah. Penghematan energi haruslah dilakukan secara sungguh-sungguh, baik oleh instansi pemerintah maupun dunia usaha dan kalangan masyarakat umumnya. Cara yang ditempuh dalam penghematan ini ada dua cara; yaitu penganekaragaman energi dan penghematan pemakaian minyak bumi. Dengan demikian kita akan dapat mengurangi impor minyak yang jumlahnya seperlima dari kebutuhan kita. Akhirnya kita juga dapat menggunakan kekayaan alam untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. (DTS)

 

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 21 Maret 1988 – 11 Maret 1993”, hal 279-280. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: Nazaruddin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: