Agu 072016
 

Sidang Kabinet, Presiden Soeharto Menekankan Kerjasama Pedagang Besar-KUD-Petani Kecil [1]

 

RABU, 5 APRIL 1989 Sidang kabinet terbatas bidang Ekuin berlangsung di Bina Graha pagi ini dibawah pimpinan Presiden Soeharto. Didalam sidang hari ini Kepala Negara menyerukan kepada pedagang besar atau eksportir swasta untuk menjalin kerjasama dengan KUD dan para petani kecil. Namun Presiden mengingatkan agar kerjasama itu menguntungkan kedua pihak, dan diarahkan pada usaha melindungi koperasi serta para petani. Ditegaskannya bahwa semua instansi harus ikut mendorong kerjasama antara swasta dan KUD, tetapi harus dihindari adanya kerjasama yang menekan kehidupan para petani.

Sidang yang berlangsung selama lebih kurang tiga jam itu juga membahas persiapan-persiapan menjelang bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri. Dalam hubungan ini Presiden menggariskan agar berbagai keperluan masyarakat, termasuk angkutan, harus dapat dicukupi.

Didalam sidang dilaporkan bahwa jumlah uang beredar pada bulan Januari 1989 sebesar Rp13,57 triliun. Sementara itu laju inflasi selama bulan Maret tercatat sebesar 0,23%; ini berarti lebih kecil daripada keadaan pada bulan Maret tahun anggaran sebelumnya yang tercatat sebesar 8,29%. Dengan demikian laju inflasi untuk tahun anggaran 1988/1989. menjadi 6,55%.

Dilaporkan pula bahwa ekspor Indonesia selama bulan Januari 1989, berdasarkan angka sementara, mencapai US$I,6 miliar atau naik 6,6% dibanding dengan nilai pada periode yang sama tahun lampau. Sementara itu impor mencapai US$1,2 miliar, sehingga neraca perdagangan Indonesia untuk Januari 1989 surplus sebesar US$402,9 juta. (DTS)

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 21 Maret 1988 – 11 Maret 1993”, hal 150-151. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: Nazaruddin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: