1987-12-31 Sampaikan Pidato Akhir Tahun, Presiden Soeharto: Dalam Kondisi Serba Sulit, Kondisi Ekonomi Tidak Mengecewakan

Sampaikan Pidato Akhir Tahun, Presiden Soeharto: Dalam Kondisi Serba Sulit, Kondisi Ekonomi Tidak Mengecewakan

KAMIS, 31 DESEMBER 1987 Presiden Soeharto dalam pidato akhir tahun yang disampaikan melalui RRI dan TVRI malam ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memasuki tahun 1988 dengan sikap prihatin yang penuh kepercayaan, dengan bekerja keras dan meningkatkan efisiensi, dengan mengembangkan disiplin nasional dan mempertebal kesetiakawanan sosial, dengan bekerja sebaik-baiknya di bidang masing­masing dengan tanggungjawab yang sebesar-besarnya.
Pada kesempatan ini Kepala Negara memberikan penilaiannya terhadap tahun 1987 yang akan kita tinggalkan dan tahun 1988 yang akan kita masuki. Tahun 1987 digambarkannya sebagai mendung perekonomian yang masih menggantung diatas kita, namun di sana-sini kita melihat sinar-sinar terang menerobosi awan yang gelap itu. Sinar-sinar terang itulah yang memberi harapan dan kepercayaan kepada kita bahwa tahun 1988 akan kita masuki dengan semangat yang tinggi dan kepala yang tegak. Tetapi diingatkannya bahwa mungkin perjalanan kita tetap akan berat.
Dalam gambaran yang lebih terperinci, Presiden mengatakan bahwa walaupun gerak pembangunan kita sangat terbatas, terutama pembangunan yang bersumber pada anggaran negara, namun dengan usaha yang sangat keras dan dengan terus meningkatkan efisiensi serta penghematan, dalam tahun 1987 kita tetap dapat membangun berbagai proyek.
Sejalan dengan bangkitnya prakarsa dan kemampuan masyarakat, perkembangan penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing juga menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan. lni akan merupakan kekuatan yang akan memberi dorongan pertumbuhan ekonomi. Dikatakannya pula bahwa usaha untuk memelihara kegairahan ekonomi dan pembangunan, pemerintah menaruh perhatian yang tetap besar pada stabilitas ekonomi. Dalam keadaan yang serba sulit, usaha tersebut tidak mengecewakan, karena sepanjang tahun 1987 laju inflasi berada dibawah 9%, atau tepatnya 8,9%.
Menurut Kepala Negara, gambaran ekonomi kita di tahun 1987 menunjukkan bahwa kita tetap memiliki ketahanan ekonomi, terutama dalam menghadapi pengaruh-pengaruh buruk dari berbagai keadaan dan perkembangan ekonomi dunia. Dalam pandangannya, ketahanan ekonomi itu tidak dapat dilepaskan dari ketahanan kita di bidang-bidang yang lain, yang dapat terus kita kembangkan. (AFR)

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.