Sep 302013
 

Presiden Soeharto Resmikan Pabrik Gula Gunung Madu [1]

 

SENIN, 24 SEPTEMBER 1978 Presiden Soeharto hari ini meresmikan meresmikan Pabrik Gula Gunung Madu, Kebun Induk Kelapa Hibrida PNP X dan PTP VI, serta Balai Informasi Pertanian di Lampung dan delapan daerah lain yang tersebar di seluruh tanah air. Acara peresmian berlangsung di Gunung Batin, Lampung. Pabrik gula Gunung Madu yang diresmikan itu dibangun oleh pihak swasta dan mampu memproduksi 90.000 ton gula setahun.

Dalam amanatnya, Kepala Negara sangat menghargai usaha, baik swasta maupun pemerintah, untuk membangun ketiga macam proyek tersebut. Dikatakan oleh Presiden bahwa pembangunan pertanian masih harus kita tingkatkan lagi, sebab meskipun kita telah dapat meningkatkan produksi dari beberapa komoditi, tetapi kita belum mampu berswasembada penuh dalam beberapa kebutuhan pokok. Hal ini antara lain disebabkan oleh kebutuhan kita yang juga meningkat.

Kepada kalangan swasta, Presiden meminta agar tidak ragu-ragu berpartisipasi dalam pembangunan. Dikatakannya bahwa dunia swasta jelas mempunyai tempat dan peranan dalam pembangunan nasional kita, sebagaimana dijamin oleh UUD dan GBHN. Namun diingatkannya pula bahwa berdasarkan asas dan prinsip hidup berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila, dunia usaha swasta bukan semata-mata tempat untuk mencari keuntungan, melainkan sebagai kekuatan yang dapat membuat sejahtera bangsa kita. Sehubungan dengan itu, Presiden berharap agar di pabrik gula Gunung Madu milik swasta ini diterapkan hubungan perburuhan Pancasila. (AFR).



[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983”, hal 206-207. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta, Tahun 2003.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: